SATELITNEWS.COM, LEBAK–Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga cabai dan bawang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak melonjak tajam. Kenaikan harga kebutuhan dapur tersebut dikeluhkan pedagang dan warga karena membuat daya beli masyarakat menurun.
Lonjakan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan utama di pasar tradisional Rangkasbitung. Cabai rawit merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Sementara cabai rawit oranye mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp80 ribu. Adapun cabai rawit hijau naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Tidak hanya cabai, harga bawang merah, bawang putih hingga beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan.
Buncis yang sebelumnya Rp15 ribu per kilogram kini dijual Rp20 ribu. Kenaikan turut terjadi pada kentang, kol dan tomat.
Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung, Meti (45), mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir menjelang Iduladha.
Menurutnya, kondisi pasar tahun ini berbeda dibanding momen lebaran haji pada tahun sebelumnya.
“Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha pasar ramai sampai sore. Sekarang habis zuhur saja sudah mulai sepi karena pembeli berkurang,” kata Meti.
Ia menuturkan, tingginya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat mengurangi jumlah belanja harian.
Dampaknya, omzet pedagang ikut menurun meski saat ini merupakan momentum yang biasanya mendatangkan keuntungan lebih besar.
“Kami juga ikut bingung karena hampir semua bahan dapur naik. Dari agen sudah mahal, jadi pedagang hanya mengikuti harga,” ujarnya.
Menurut Meti, kenaikan harga diduga dipengaruhi distribusi barang dari pemasok serta kondisi ekonomi yang membuat daya beli masyarakat melemah.
Keluhan serupa disampaikan Herawati (37), warga Rangkasbitung. Ia mengaku kini harus lebih berhemat saat berbelanja kebutuhan rumah tangga karena harga pangan terus mengalami kenaikan.
“Sekarang uang Rp50 ribu tidak terasa. Belanja jadi serba dikurangi karena harga cabai, bawang dan sayuran naik semua,” ucapnya.
Herawati berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga pangan agar masyarakat tidak semakin terbebani menjelang Hari Raya Iduladha.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional menjelang Iduladha.
Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat serta distribusi barang dari daerah pemasok.
Meski demikian, pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami terus memonitor perkembangan harga dan ketersediaan barang di pasar. Mudah-mudahan harga bisa kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat,” katanya.(mulyana)