SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bayur milik Pemerintah Kota Tangerang memproses puluhan hewan kurban pada momen Hari Raya Iduladha 2026. Selama pelaksanaan kurban, tercatat sebanyak 45 ekor sapi dipotong di lokasi tersebut.
Kepala UPT RPH Kota Tangerang, Suhendriawan mengatakan, masyarakat dan panitia kurban yang ingin menggunakan fasilitas RPH terlebih dahulu melakukan pendaftaran sebelum proses pemotongan dilakukan. “Alurnya, masyarakat mendaftar terlebih dahulu. Setelah terdata, mereka yang sudah terdaftar akan dilakukan proses pemotongan sesuai antrean,” ujar Suhendriawan, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, biaya pemotongan sebesar Rp60 ribu per ekor sudah mencakup penggunaan kandang dan proses pemotongan. Pembayaran dilakukan secara non tunai menggunakan QRIS. Menurutnya, RPH Bayur juga dilengkapi area pemotongan dan ruang boning atau pemisahan daging dan tulang untuk mempercepat proses pengolahan daging kurban.
“Fasilitas di sini sudah lengkap, ada area pemotongan khusus dan ruang boning untuk memisahkan tulang dan daging secara higienis,” katanya. Selain itu, pengolahan limbah sisa pemotongan dilakukan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri dengan sistem sedimentasi. “Kami memiliki fasilitas IPAL mandiri dengan teknik sedimentasi yang terdiri dari tujuh lubang penyaringan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Salah satu kelompok yang menggunakan fasilitas tersebut ialah Majelis Taklim Permanis dari wilayah Ketapang, Kecamatan Cipondoh. Pada Iduladha tahun ini, kelompok tersebut memotong sembilan ekor sapi di RPH Bayur.
Ketua Panitia Majelis Taklim Permanis, Humairoh mengatakan pihaknya memilih melakukan pemotongan di RPH karena mempertimbangkan faktor kebersihan dan waktu pengerjaan. “Di sini lebih aman, prosesnya juga lumayan cepat dan kebersihannya bagus. Pelayanannya pun memuaskan,” ujar Humairoh.
Ia menilai biaya pemotongan di RPH tidak jauh berbeda dibanding pemotongan mandiri di lingkungan rumah. “Kalau di luar pengerjaannya manual tanpa alat. Di sini kerjanya lebih cepat karena alat-alatnya sudah cukup canggih,” katanya. (ari)