SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni bergerak cepat menindaklanjuti laporan mengenai perubahan warna Sungai Cisadane di wilayah Pakuhaji dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang tampak menghitam. Menyusul pemberitaan di sejumlah media, Andra langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk melakukan penelusuran guna mencari sumber pencemaran.
Hasil penelusuran DLHK Provinsi Banten menemukan bahwa perubahan warna air Sungai Cisadane menjadi hitam berasal dari saluran muara Kali Sabi di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
“DLHK Banten sudah melakukan penelusuran dan sudah menemukan titik sumbernya mengapa Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam,” ujar Andra Soni, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Andra, hasil penelusuran sementara mengindikasikan adanya salah satu industri yang diduga menjadi penyebab atau “biang kerok” berubahnya warna Sungai Cisadane di bagian hilir.
“Biang keroknya sudah ketemu. Saya minta DLHK Banten berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang untuk segera menindaklanjutinya. Bila terbukti melanggar, segera dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warna air Sungai Cisadane di wilayah Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma bau sejak Selasa (14/7) hingga Kamis (16/7). Perubahan warna itu diduga terjadi akibat pencemaran.
Baca Juga: Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane, DLHK Banten Segera Turunkan Tim
Dugaan itu disampaikan Anggota Yayasan Bumi Pertiwi Asri, Ryan. Warga Teluknaga itu bahkan melakukan penelusuran langsung di perairan pesisir Sungai Cisadane, tepatnya di wilayah Teluknaga dan Pakuhaji.
Di sana, dia menemukan beberapa titik saluran pembuangan limbah cair berwarna hitam dan bau. Kata Ryan, lokasi tepatnya untuk Kecamatan Teluknaga berada di Desa Kampung Melayu Barat dan Desa Tanjung Burung. Sementara di Kecamatan Pakuhaji berada di Desa Gaga dan Kali Baru.
“Diduga, saluran pembuangan limbah itu berasal dari beberapa perusahaan yang ada di bantaran sungai,” kata Ryan, Kamis (16/7).
Ryan menduga, cairan berwarna hitam dan mengeluarkan bau itu adalah limbah B3 yang sengaja dibuang langsung ke Sungai Cisadane. Dia merasa khawatir pencemaran tersebut dapat mengancam ekosistem di pesisir.
“Kalau ini kita biarkan dampaknya dapat mengancam ekosistem pesisir, mencemari tanah dan perairan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar,” tuturnya. (aditya)




























