SATELITNEWS.COM,SERANG–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memastikan program seragam gratis bagi murid baru SD dan SMP negeri mulai direalisasikan pada tahun ajaran baru 2026. Program tersebut merupakan bagian dari program strategis Budi Rustandi sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan proses pengadaan seragam akan dilakukan bersamaan dengan tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), agar ukuran seragam sesuai kebutuhan siswa dan tidak mubazir.
“Seragam gratis kita akan adakan pengadaannya pas proses SPMB, karena itu menyangkut kebutuhan murid baru. Nanti dilakukan pengukuran di sekolah masing-masing supaya sesuai ukuran dan tidak mubazir,” ujar Ahmad Nuri saat diwawancarai awak media melalui saluran WA, Kamis (28/5).
Ia menjelaskan, tahapan penerimaan murid baru dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni hingga pertengahan Juli.
Sementara itu, pihaknya kini masih melakukan survei harga dan kualitas ke sejumlah pabrik di Bandung dan beberapa daerah lainnya sebagai bagian dari penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
“Sekarang masih survei ke beberapa pabrik dan pusat produksi untuk proses pengadaannya. Belum masuk tahap lelang,” katanya.
Baca Juga: Harga Naik 5 Persen, Toko Seragam Sekolah di Tangsel Diserbu Pembeli
Untuk tingkat SMP negeri, kata Ahmad Nuri, seragam yang diberikan berupa satu setel seragam putih biru bagi sekitar 8.955 murid baru sesuai daya tampung sekolah. Sedangkan untuk SD negeri, seragam merah putih akan diberikan kepada sekitar 12 ribu murid baru dari 221 sekolah negeri di Kota Serang.
“Untuk SMP sekitar 8.955 siswa sesuai daya tampung, sedangkan SD sekitar 12 ribuan siswa. Semua mendapatkan seragam gratis,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri karena termasuk program strategis pemerintah daerah. Pendampingan dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Program strategis itu wajib ada pendampingan dari kejari untuk memastikan prosesnya berjalan baik, sesuai, dan tidak mubazir,” ungkapnya.
Terkait anggaran, Ahmad Nuri menyebut pengadaan seragam SMP diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,2 miliar, sementara SD sekitar Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan secara terpisah antara jenjang SD dan SMP.
“Insya Allah dengan anggaran itu seluruh murid baru sesuai daya tampung yang sudah ditetapkan akan tercover mendapatkan seragam gratis,” pungkasnya. (cr02/rmg)
Baca Juga: Seragam Sekolah Gratis di Tangsel Hanya Untuk Siswa Jalur Afirmasi

















