SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sebanyak 390 jemaah haji Kloter 1 asal Kota Tangerang tiba di Tanah Air dan disambut di Grand El Hajj, Asrama Haji Provinsi Banten, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (2/6/2026). Dari total 391 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Sahiyah mengatakan, pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banten telah menyiapkan proses pemulangan jamaah secara maksimal melalui koordinasi lintas instansi.
“Untuk persiapan penerimaan kedatangan jemaah, kami dari PPIH Debarkasi Provinsi Banten telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal, mulai dari rapat koordinasi hingga menyiapkan seluruh lokasi yang akan digunakan jemaah, baik gedung penerimaan, tempat singgah maupun fasilitas kesehatan bagi jamaah yang membutuhkan rujukan,” ujar Sahiyah.
Menurut dia, proses kedatangan jemaah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta berlangsung lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Program percepatan layanan yang diterapkan membuat waktu penanganan jamaah setelah mendarat berkurang dari sekitar tiga jam menjadi dua jam. “Alhamdulillah proses di bandara berlangsung cepat sehingga jamaah tidak terlalu lelah ketika tiba di Cipondoh. Mereka datang dalam kondisi sehat,” katanya.
Setibanya di Grand El Hajj, jemaah terlebih dahulu diarahkan ke ruang tunggu untuk beristirahat sejenak dan mendapatkan layanan konsumsi. Setelah itu, dilakukan prosesi serah terima jamaah dari PPIH Debarkasi kepada Pemerintah Kota Tangerang. Sahiyah menjelaskan, mekanisme tersebut merupakan kebalikan dari proses keberangkatan. Saat berangkat, jamaah diserahkan oleh pemerintah daerah kepada panitia penyelenggara haji. Sementara saat kembali ke Tanah Air, jemaah diserahkan kembali oleh panitia kepada pemerintah daerah.
“Pada saat berangkat jumlahnya 391 jemaah. Namun saat kembali menjadi 390 jemaah karena satu orang jamaah meninggal dunia di Tanah Suci,” ujarnya. Meski jemaah dapat langsung bertemu keluarga dan pulang setelah proses penerimaan selesai, pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Jemaah dengan kondisi tertentu, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit, akan menjalani pemeriksaan lanjutan serta mendapatkan rujukan apabila diperlukan.
Baca Juga: 10 KUA di Kota Tangerang Belum Layak, Terkendala Status Lahan Pemda
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jemaah haji Kloter 1 dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah hari ini jemaah haji Kloter 1 asal Kota Tangerang tiba di Tanah Air dan sekarang sudah berada di Grand El Hajj, Asrama Haji Provinsi Banten di Kota Tangerang dalam keadaan sehat walafiat. Mudah-mudahan para jemaah mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” kata Sachrudin.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, baik saat keberangkatan maupun ketika kembali ke daerah asal. Menurut Sachrudin, keberadaan Asrama Haji Provinsi Banten di Kota Tangerang menjadi kemudahan tersendiri bagi masyarakat. Sebab, jemaah tidak lagi harus berangkat melalui Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebagaimana yang dilakukan selama bertahun-tahun.
“Kita bersyukur masyarakat Kota Tangerang sekarang berangkat haji tidak perlu ke Pondok Gede lagi. Jamaah sudah bisa berangkat langsung dari Grand El Hajj, Asrama Haji Provinsi Banten yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya. Selain itu, ia meminta seluruh pihak terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek kesehatan jamaah yang menjadi faktor penting dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Fasilitas yang ada saat ini sudah baik dan akan terus kita tingkatkan. Kesehatan menjadi hal utama karena ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima,” katanya. Sahiyah menambahkan, musim haji tahun 2026 menjadi pengalaman penting bagi penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi di Grand El Hajj yang untuk pertama kalinya beroperasi penuh melayani jemaah asal Banten.
Menurut dia, evaluasi utama yang perlu dilakukan adalah memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam pelayanan haji. “Panitia debarkasi dan embarkasi bukan hanya Kemenag. Ada Dinas Kesehatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Bea Cukai, Otoritas Bandara dan berbagai instansi lainnya. Sinergi dan komunikasi harus terus diperkuat agar pelayanan semakin baik,” ujarnya.
Secara umum, kata dia, proses penerimaan jemaah berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pengalaman tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang. Berdasarkan data Kemenag Kota Tangerang, pemulangan jamaah haji asal Kota Tangerang akan berlangsung hingga 29 Juni 2026. Selain empat kloter penuh, terdapat pula sejumlah jamaah yang tergabung dalam kloter campuran dan akan tiba secara bertahap sesuai jadwal pemulangan dari Arab Saudi.(ari)
Baca Juga: Iin Sholihin Resmi Jabat Kepala Kemenag Kota Tangerang
























