SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang batal memberangkatkan 20 Kepala Keluarga (KK) dalam program transmigrasi tahun 2020.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Disnakertrans Pandeglang, Dadun Kohar mengaku, tidak bisa mengisi kuota transmigrasi tersebut yang disediakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2020. Hal itu disebabkan adanya wabah Covid-19.
“Pemberangkatan transmigrasi di-cut atau ditiadakan. Mungkin nanti akan diberangkatkan pada tahun 2021, karena situasi Covid-19, dan memang itu sudah dari jauh-jauh hari. Kami pun tidak bisa melaksanakan kegiatan transmigrasi,” kata Dadun, Kamis (16/7).
Walau Pemerintah Pusat mengakhiri masa tanggap bencana Covid-19, pihaknya tetap tidak melaksanakan program tersebut. Kata dia, tahapan pemberangkatan transmigrasi itu memakan waktu yang cukup panjang, sehingga dikhawatirkan dengan sisa waktu hanya sampai bulan Oktober, pihaknya tidak bisa menyelesaikan tahapan.
“Pelaksanaannya itu biasanya Oktober. Tidak bakal terkejar karena mepet dan tahapan transmigrasi itu panjang, banyak yang harus dilakukan, mulai dari pelatihan dan pembinaan terus cek kesehatan untuk masyarakat yang nantinya berangkat,” jelasnya.
Kepala Disnakertrans Pandeglang, Ahmad Saepudin menambahkan, jatah transmigrasi bagi Pandeglang tahun ini lebih besar ketimbang tahun lalu, yang hanya disiapkan untuk enam KK.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
“Untuk tahun ini, sebetulnya Pandeglang diberi kuota untuk sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK). Kalau tahun lalu hanya enam keluarga saja,” katanya.
Sedianya, kuota transmigrasi bagi warga Pandeglang itu akan ditempatkan di Sulawesi Tenggara. Dia pun belum bisa memastikan terkait kuota tahun depan pascamembatalkan pemberangkatan 20 KK pada tahun ini.
“Belum bisa dipastikan, apakah kuotanya akan tetap 20 atau bisa berkurang malahan bisa bertambah juga. Kalau Pandeglang kebanyakan di Sulawesi Tenggara. Jadi saat nanti mereka melakukan Transmigrasi, disana kan sudah banyak warga Pandeglang, jadi sudah mengetahui,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























