SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Anggota MPR RI, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk konflik yang tengah berlangsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap III yang digelar pada 14 Maret 2026 di Rumah Aspirasi Wahidin Halim, Pinang, Kota Tangerang.
Dalam pemaparannya, wakil rakyat yang karib disapa WH menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi ideologis, konstitusional, politik, dan sosial bangsa Indonesia yang harus dipahami serta dihayati oleh seluruh warga negara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan sangat relevan dalam menyikapi meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan maupun keamanan global. “Empat Pilar Kebangsaan menjadi landasan bagi Indonesia untuk tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, menjaga hubungan baik dengan semua pihak, serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan hukum internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai kebangsaan juga penting untuk membentengi masyarakat Indonesia dari potensi perpecahan ideologis maupun sektarian akibat pengaruh konflik luar negeri.
Narasumber kedua, Abdul Syukur Yakub, SH, MH, menjelaskan bahwa konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya merupakan persoalan militer di kawasan Timur Tengah, tetapi juga melibatkan kepentingan geopolitik, ideologi, dan ekonomi global yang berdampak luas terhadap berbagai negara. Menurutnya, masyarakat perlu memahami akar konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan kini mengalami eskalasi baru yang memicu kekhawatiran dunia internasional.
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta menanyakan langkah yang dapat dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu meredakan konflik tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, WH menegaskan bahwa Indonesia perlu terus mendorong dialog dan perundingan damai melalui mekanisme multilateral. Menurutnya, pemerintah dapat menyerukan penghentian aksi militer serta mengajak semua pihak kembali ke meja perundingan yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun organisasi internasional lainnya.
Baca Juga: Mahasiswa Diajak Pahami Empat Pilar Kebangsaan
“Indonesia juga dapat memanfaatkan forum negara-negara non-blok untuk memperluas dukungan terhadap gencatan senjata dan penyelesaian damai,” katanya. Selain itu, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berperan sebagai mediator yang netral melalui pendekatan diplomasi langsung (diplomatic outreach).
Pemerintah RI, lanjutnya, telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog dan membuka ruang komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Catatan redaksional: dalam kaidah jurnalistik, gelar lengkap biasanya ditulis pada penyebutan pertama saja, kemudian cukup menggunakan nama belakang atau nama lengkap tanpa gelar pada penyebutan berikutnya. Namun jika berita ini untuk publikasi kegiatan atau dokumentasi kelembagaan, penggunaan gelar lengkap pada setiap penyebutan seperti di atas masih lazim digunakan. (made)
