SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025 kembali di kisaran Rp600 miliar. Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menegaskan kondisi tersebut masih tergolong wajar dan bukan semata-mata akibat banyaknya program yang gagal terealisasi.
Menurut Rusdi, besarnya SILPA dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari pembebasan lahan yang belum terlaksana, efisiensi belanja, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil melampaui target. “Salah satu penyumbang terbesar SILPA berasal dari belanja lahan yang belum bisa direalisasikan. Ada juga sisa belanja pegawai dan hasil lelang yang nilainya lebih rendah dari pagu anggaran,” kata Rusdi.
Ia menjelaskan, belanja modal untuk pembebasan lahan menjadi komponen terbesar yang belum terserap sepanjang 2025. Proses tersebut belum dapat diselesaikan sehingga anggarannya masih tersisa dan masuk dalam perhitungan SILPA. Selain itu, efisiensi anggaran dari proses pengadaan barang dan jasa melalui lelang juga turut menyumbang sisa anggaran. Nilai kontrak hasil lelang yang lebih rendah dibanding pagu membuat masih ada anggaran yang tidak terpakai.
Rusdi menambahkan, capaian PAD yang melampaui target justru ikut memperbesar nilai SILPA. Karena itu, menurutnya, tingginya SILPA tidak bisa langsung diartikan sebagai rendahnya kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program. “PAD kita melebihi target sehingga ikut berkontribusi terhadap SILPA. Jadi bukan hanya karena ada kegiatan yang tidak terlaksana,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD tetap memberikan perhatian terhadap realisasi anggaran Pemerintah Kota Tangerang pada 2026. Hingga pertengahan tahun, penyerapan APBD disebut masih berada di bawah 50 persen. Rusdi meminta Pemkot Tangerang segera mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan agar manfaat anggaran dapat segera dirasakan masyarakat, terutama pada sektor infrastruktur dan penanganan banjir yang menjadi kebutuhan mendesak.
“Sekarang sudah bulan Juli, jadi program-program yang menyentuh langsung masyarakat harus segera direalisasikan. Kami berharap penyerapan anggaran bisa mencapai di atas 90 persen pada akhir tahun,” tegasnya. Menurut Rusdi, percepatan pelaksanaan program menjadi penting agar target pembangunan yang telah direncanakan dapat tercapai sekaligus menjaga efektivitas penggunaan APBD hingga akhir tahun anggaran. (ari/made)
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Sebut LGBTQ Tak Cukup Hanya Sekadar Dilarang




























