SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Wafatnya Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang mampu membangun semangat kolektif dan menjaga keseimbangan kekuatan di lingkungan parlemen.
Menurut Andri, kepemimpinan Rusdi Alam tidak hanya ditandai dengan kemampuan memimpin lembaga, tetapi juga kecakapannya mendistribusikan peran dan tanggung jawab kepada seluruh anggota DPRD tanpa membedakan latar belakang politik maupun posisi.
“Balance of power dalam teori hanya bisa dicapai melalui distribusi kekuatan. Dalam menjalankan kepemimpinan sebagai Ketua DPRD, beliau adalah figur yang piawai melakukan distribusi kekuatan dan pembagian tugas kepada semua, tidak hanya di level pimpinan,” ujar Andri, Senin (20/7/2026).
Ia menuturkan, seluruh anggota DPRD diberi ruang yang sama untuk berkontribusi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Pendekatan tersebut, kata dia, berhasil memperkuat semangat kolektif kolegial di DPRD Kota Tangerang. “Semua teman-teman di DPRD diberikan ruang dan tugas yang sama. Akhirnya semangat kolektif kolegial DPRD di era kepemimpinan beliau semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat Kota Tangerang,” katanya.
Andri berharap nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Rusdi Alam dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya mereka yang akan terjun ke dunia politik dan pemerintahan. “Filosofi kepemimpinan beliau adalah melibatkan banyak orang dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Tangerang. Itu yang patut menjadi contoh bagi generasi penerus,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, Andri mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Rusdi Alam. Dengan nada emosional yang diselingi candaan, ia menggambarkan besarnya duka yang dirasakan.
Baca Juga: Penataan Kabel Harus Utamakan Keselamatan dan Kelancaran Usaha
“Kehilangan Bang Rusdi jauh lebih menyakitkan dibandingkan saya kehilangan mantan-mantan pacar saya,” ujarnya sambil tertawa. Pernyataan tersebut menjadi penutup ungkapan duka Andri, sekaligus menggambarkan kedekatan hubungan personal dan profesional yang terjalin selama mereka bersama-sama memimpin DPRD Kota Tangerang. (made)




























