SATELITNEWS.ID, SEPATAN—Dua bocah laki-laki usia 10 tahun bernama Airlangga dan Rizki, dikabarkan tenggelam di Sungai Cisadane, tepatnya di Jalur eretan Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Sabtu (18/7) lalu. Korban asal Sepatan Timur ini diduga tenggelam saat sedang asik berenang bersama teman-temannya.
Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moh Sugiarto mengatakan, ada dua anak yang tenggelam di Sungai Cisadane, tepatnya di Jalur Eretan Bayur, Kecamatan Sepatan Timur. Kedua korban diketahui dari Kecamatan Sepatan Timur, bernama Airlangga dan Rizki.
Menurut Gusti, keduanya tenggelam ketika sedang berenang bersama temannya di Cisadane. Kata dia, berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut terjadi pada sore hari. Saat itu, korban terbawa arus dan tenggelam. Menurutnya, seorang penarik perahu eretan di lokasi tersebut sempat melakukan pertolongan dan terjun ke dalam sungai, setelah tahu dua bocah ini tenggelam.
“Ada dua bocah yang tenggelam. Salah satu saksi, penarik eretan sempat mencoba menolong dengan terjun ke sungai. Namun dia tidak berhasil memyelamatkan kedua korban. Hanya Rizki yang berhasil ditemukan. Namun dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Airlangga masih dalam pencarian,” kata AKP I Gusti Moh Sugiarto kepada Satelit News, Minggu (19/7).
Sementara itu, Hendra Sudirman selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR menambahkan, saat pihaknya mendapatkan informasi, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan peralatan SAR air lengkap.
“Kita terima laporan dari warga masyarakat pada malam hari, kita kerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian terhadap korban,” tukasnya.
Hendra menuturkan, bahwa tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan membagi area pencarian menjadi dua. Dimana SRU pertama melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet, hingga sejauh 1 kilometer dari lokasi kejadian. Kemudian SRU kedua, melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat dengan jarak 1 kilometer dari lokasi kejadian.
“Sampai saat ini, Airlangga masih belum ditemukan. Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Sepatan, Koramil Sepatan, Damkar Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (alfian/aditya)