SATELUTNEWS.COM, TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berencana mengaktifkan kembali hidran kota sebagai upaya memperkuat penanganan kebakaran.
Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kota Tangerang saat menjawab pertanyaan mengenai banyaknya hidran yang selama ini tidak berfungsi.
Menurutnya, keberadaan hidran menjadi perhatian serius BPBD. Pihaknya telah beberapa kali berkoordinasi dengan PDAM untuk mempercepat reaktivasi sekaligus penataan ulang hidran umum maupun hidran kota, khususnya di wilayah yang telah terlayani jaringan PDAM.
“Khusus masalah hidran ini menjadi perhatian kami. Beberapa kali saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman PDAM. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan cukup masif memfungsikan kembali, bahkan menata ulang hidran umum maupun hidran kota, terutama di daerah-daerah yang sudah dialiri PDAM Kota Tangerang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut penting karena hidran memerlukan dukungan jaringan pipa primer PDAM agar dapat berfungsi secara optimal saat terjadi kebakaran.
Selain mengaktifkan kembali hidran, BPBD juga akan memetakan berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan kebakaran, mulai dari embung, Sungai Cisadane, hingga tandon air yang tersebar di Kota Tangerang.
Baca Juga: BPBD Kota Tangerang Bakal Tetapkan Siaga Hidrometeorologi Kekeringan
“Insyaallah dalam waktu dekat kami bersama PDAM akan memasifkan hidran kota. Kami juga mulai memetakan tandon-tandon dan sumber air yang ada di Kota Tangerang. Nantinya ada wilayah-wilayah yang membutuhkan peran hidran kota dan akan kami fungsikan kembali,” katanya.
Ia mengakui hidran kota sebenarnya pernah tersedia, namun dalam beberapa tahun terakhir banyak yang memerlukan aktivasi ulang serta perbaikan.
Terkait jumlah hidran yang tersedia saat ini, BPBD mengaku masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan angka pasti.
“Kami masih melengkapi data yang ada. Namun selama sekitar delapan hingga sembilan kecamatan sudah terkoneksi dengan jaringan PDAM, kami akan berupaya memperbanyak hidran,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, BPBD memperkirakan pembangunan sekitar 100 hingga 200 unit hidran akan dilakukan secara bertahap. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air alternatif saat proses pemadaman kebakaran.
“Nanti bertahap akan kami fungsikan kembali sehingga kebutuhan air untuk penanganan kebakaran bisa lebih mudah dipenuhi melalui jaringan PDAM,” katanya. (made)
Baca Juga: Lapak Barang Bekas di Karang Tengah Terbakar

















