SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Upaya memperkuat perlindungan anak di Kota Tangerang terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia pendidikan. Semangat tersebut mengemuka dalam agenda Harmoni Gerakan Bersama bertajuk Satu Tarikan Nafas Kebaikan yang digelar Lintas Komunitas Indonesia di Patio Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional itu dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang. Sebanyak 80 kepala sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kota Tangerang mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan pembekalan mengenai pengasuhan anak, kesehatan mental, hingga pencegahan kekerasan terhadap anak.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan pemenuhan hak dan perlindungan anak memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kegiatan Harmoni Gerakan Bersama ini menjadi bukti nyata kesadaran dan kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak-anak di Kota Tangerang. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan satuan pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem yang aman, ramah, dan mendukung masa depan generasi muda,” ujar Tihar.
Ia menilai sinergi yang dibangun Lintas Komunitas Indonesia menjadi langkah positif dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya melalui peran sekolah sebagai ruang pembentukan karakter anak. Menurut Tihar, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya yang berpihak kepada anak. Karena itu, peningkatan kapasitas para pendidik diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Awaludin Reza Permana, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para kepala sekolah. Berbagai materi disampaikan oleh narasumber dari sejumlah bidang, mulai dari psikologi hingga perlindungan anak. “Materi yang kami berikan berfokus pada edukasi parenting, kesehatan mental anak bersama tim psikologi, pencegahan kekerasan, hingga strategi mewujudkan keluarga harmonis demi melahirkan generasi yang berkarakter,” kata Awaludin.
Baca Juga: Pokja Bunda Paud Kabupaten Serang Inisiasi Gerakan Makan Tanpa Drama
Ia menambahkan, keterlibatan kepala sekolah diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lingkungan pendidikan, keluarga, komunitas, dan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada anak. Menurut Awaludin, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang berperan penting dalam membentuk karakter, membangun rasa aman, serta mendeteksi secara dini berbagai persoalan yang dihadapi anak.
Karena itu, pembekalan kepada para kepala sekolah dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring perlindungan anak yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Melalui peran aktif para kepala sekolah dan dukungan lintas komunitas, kami ingin memastikan pesan kebaikan ini tersampaikan dengan kuat ke lingkungan sekolah maupun rumah tangga,” ujarnya. (ari)
























