SATELITNEWS.COM, SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memastikan, akan terus melakukan mitigasi terhadap daerah kekeringan yang membutuhkan air bersih, dampak dari elnino atau kemarau panjang yang tersebar di 29 kecamatan.
Karena, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), elnino akan terjadi hingga Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan Ratu Rachmatuzakiyah, usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati, Selasa (4/8/2026).
”Yang jelas, hari ini adalah rapat forkopimda yang ke empat yang kita sudah lakukan. Banyak yang kita bahas, isu-isu yang kita bahas di hari ini diantaranya tadi isu mengenai kemarau panjang yang saat ini menurut BMKG, kemungkinan musim kemarau sampai bulan September atau bahkan Desember,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Dijelaskan Ratu Zakiyah, berkenaan dengan penanganan kekeringan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sudah bersama-sama menangani kekeringan, membantu masyarakat untuk mensuplai kebutuhan air yang dibutuhkan oleh warga.
Khususnya warga di wilayah Serang Utara, terdapat tujuh kecamatan seperti Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang, Binuang dan lainnya.
Baca Juga: Struktur APBD Perubahan 2026 Kabupaten Serang, Gaji Pegawai Rp800 Miliar
”Kemudian ada 2 kecamatan lagi, yang terdeteksi untuk permohonan bantuan suplai air bersih Kecamatan Baros dan Petir,” tandasnya.
Sedangkan untuk penanganan dari Pemkab Serang, kata Ratu Zakiyah, pertama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah berkoordinasi lintas sektoral, baik dengan provinsi maupun dengan perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan air kepada warga.
”Kemudian yang kedua, kami terus melakukan mitigasi, daerah-daerah mana saja yang membutuhkan air bersih, muaranya atau pada akhirnya kita menginginkan warga kami tidak kekurangan air. Yang pasti semua masih bisa tertangani,” tuturnya.
Selain itu, pada Rakor Forkopimda Kabupaten Serang membahas terkait dengan pelaksanaan SPMB atau Sistem Penerimaan Murid Baru, kemudian ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Serang. Begitu juga, telah di bahas atau masukan berkaitan dengan kendaraan ODOL di wilayah Serdang-Bojonegara-Pulo Ampel.
”Jadi tadi banyak masukan-masukan dari unsur forKopimda, dan masuk-masukannya tentu sangat konstruktif, dan Insya Allah kami akan tindak lanjuti ke depan secara bersama-sama,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Ratu Zakiyah, Pemkab Serang akan berkoordinasi dengan perusahaan yang ada di wilayah Bojonegara dan Puloampel, untuk memastikan bahwa setiap kendaraan besar terutama odol, itu tidak melintasi di jam-jam yang dilarang melintas.
Baca Juga: Mendes PDT Yandri Kick Off Festival Duta Desa Gen Z di Kabupaten Serang
“Semuanya harus mematuhi Keputusan gubernur, mengenai jam operasional odol,” tuturnya.
Bupati menyadari, bahwa masih banyak warga yang menyampaikan kekecewaan terutama warga Bojonegara dan Puloampel, terkait maraknya odol.
“Kami meyakini, semoga ke depan itu bisa kita terus antisipasi, kita terus bisa mengawasi secara lebih ketat lagi, sehingga kita bisa minimalisir segala kemungkinan yang terjadi, terutama kemacetan dan laka lantas yang ada di wilayah Bojonegara dan Puloampel,” pungkasnya.
Turut hadir pada Rakor Forkopimda tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Sekda, Zaldi Dhuhana dan para Kepala OPD serta Unsur Forkopimda. (sidik)




















