SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, memilih menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten secara sederhana, tahun ini.
Kebijakan tersebut diambil, menyusul keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Dampaknya, anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk pelaksanaan MTQ sebesar Rp3 Miliar dipangkas menjadi Rp1 Miliar. Pengurangan anggaran tersebut mencapai Rp2 Miliar.
Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak, Alkadri, mengatakan, keterbatasan fiskal menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan konsep pelaksanaan MTQ.
Menurut dia, kegiatan MTQ tidak akan dikemas dengan berbagai rangkaian acara besar, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Pemkab Lebak, lebih memilih mengarahkan anggaran yang tersedia untuk mencari dan meningkatkan kemampuan peserta potensial.
“Pelaksanaan kegiatan lebih sederhana sekali, tidak ramai-ramai. Tidak ada pawai ta’aruf, pembukaan seremonial seperti biasanya tingkat kabupaten, hanya pembinaan TC,” kata Alkadri, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan, dana Rp1 Miliar tersebut akan diarahkan untuk kebutuhan rekrutmen, pemusatan latihan atau training center (TC), serta pembinaan qari dan qariah yang dinilai memiliki kemampuan untuk mewakili Kabupaten Lebak.
Baca Juga: Lima Tambang Batu Bara Ilegal Ditutup, Tim Polda Banten Lakukan Pendalaman Intensif
Dengan pola tersebut, pemerintah tetap memastikan proses penjaringan bibit unggul dalam bidang tilawatil Qur’an berjalan, meski kegiatan perlombaan tingkat kabupaten tidak digelar dengan kemeriahan seperti biasanya.
“Jadi kita fokus pada peningkatan dan pembinaan qari dan qariah, yang sudah potensial. Substansi rekrutmen untuk mencari calon-calon yang terbaik, tetap kita lakukan,” ujarnya.
Alkadri menuturkan, keputusan tersebut telah melalui rapat koordinasi dan evaluasi bersama sejumlah pihak. Dalam pembahasan itu, terdapat perbedaan pandangan mengenai pola pelaksanaan MTQ tahun ini.
Sebagian pihak, menghendaki kegiatan tetap berlangsung dengan format seperti sebelumnya. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, akhirnya disepakati konsep MTQ dibuat lebih sederhana dan mengutamakan pembinaan.
“Alhamdulillah para tokoh pun bijak,” tandasnya.
Selain pertimbangan kemampuan anggaran, Pemkab Lebak juga melihat kondisi di sejumlah daerah lain, yang memilih tidak menggelar MTQ dengan konsep besar.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah Perusahaan, Tim Polda Banten Terjunkan Tim ke Lebak
Pemerintah daerah, kata Alkadri, tetap berkomitmen melakukan pembinaan agar potensi qari dan qariah Lebak tidak terhenti.
“Ada juga beberapa kabupaten/kota lain pun, tidak melaksanakan kegiatan MTQ. Maka kami tidak akan menggelar ramai-ramai, tapi rekrutmen, TC dan pembinaan tetap dilakukan,” imbuhnya. (mulyana)




















