Minggu, 11 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Gempa Susulan di NTT Bikin Panik Upacara Hari Kemerdekaan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 17 Agu 2026 17:23 WIB
Rubrik Nasional
Gempa Susulan di NTT Bikin Panik Upacara Hari Kemerdekaan

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lamba Leda Timur, NTT, sempat ditunda beberapa saat karena para peserta panik akibat terjadi gempa susulan pada Senin (17/8) pagi. BMKG mencatat 1.624 gempa susulan terjadi di NTT hingga pukul 11.00 WIB. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung di tengah kecemasan warga setelah gempa bumi susulan terus mengguncang Flores.

Di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, kepanikan bahkan sempat mewarnai persiapan upacara sebelum detik-detik Proklamasi dimulai.

Guncangan terjadi ketika peserta dan petugas tengah bersiap mengikuti upacara pada Senin (17/8) pagi. Sejumlah peserta sempat panik sehingga pelaksanaan upacara harus ditunda beberapa saat.

Meski demikian, upacara tetap digelar dengan format yang lebih sederhana. Jumlah peserta dibatasi dan anak-anak sekolah tidak dilibatkan. Atraksi serta kegiatan tambahan setelah upacara juga ditiadakan demi menyesuaikan kondisi pascagempa.

“Sebelum pelaksanaan apel sempat panik karena ada gempa susulan, tapi dengan semangat yang kuat dari peserta apel tetap dilanjutkan dengan penuh khidmat,” kata Camat Lamba Leda Timur Rikardus Ronaldo Yasman.

Rikardus mengatakan rangkaian upacara sebelumnya telah dipersiapkan. Namun, kondisi bencana yang masih berlangsung membuat pelaksanaannya disesuaikan dengan arahan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga: 6.700 Peserta Gemilang Korpri Night Run Donasi Gempa NTT, Kumpulkan Ratusan Juta Rupian

“Karena bencana kita laksanakan dengan sederhana. Yang hadir teman-teman ASN kantor camat, guru dan kepala desa sekitaran kantor camat,” ujarnya.

Kepanikan juga dirasakan warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Sekitar pukul 08.48 Wita, guncangan cukup kuat membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah.

BeritaTerbaru

BMKG Prakirakan Hujan di Sejumlah Kota

BMKG Prakirakan Hujan di Sejumlah Kota Hari Ini

Minggu, 11 Okt 2026 13:51 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Layanan SIM Keliling Jakarta Minggu 11 Oktober, Cek Lokasinya

Minggu, 11 Okt 2026 07:34 WIB

Beri Tumpangan Ojol Gratis Tiap Jumat, Maryono Dipuji Gubernur Pramono

Sabtu, 10 Okt 2026 06:30 WIB
1 Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi PPPK Penuh Waktu

1 Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi PPPK Penuh Waktu

Jumat, 9 Okt 2026 08:50 WIB

“Gempa, gempa,” teriak warga.

Gempa susulan kembali terjadi setelahnya. Bagi warga Labuan Bajo, rangkaian guncangan itu memperpanjang ketakutan setelah gempa utama mengguncang wilayah Flores dua hari sebelumnya.

“Kami takut, tiap hari masih ada gempa susulan,” kata seorang warga, Maria.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.624 gempa susulan terjadi di NTT hingga pukul 11.00 WIB, Senin.

Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dari ribuan kejadian tersebut, 23 gempa memiliki magnitudo minimal 5, sedangkan 59 gempa dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan tim gabungan dari BMKG pusat dan unit pelaksana teknis telah diterjunkan untuk memantau kondisi pascagempa sekaligus mendukung proses pemulihan.

Tim melakukan survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan. Pemantauan gempa susulan dan verifikasi dampak tsunami juga dilakukan di lapangan.

BMKG mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga juga diminta tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi.

Rangkaian gempa tersebut bermula dari gempa utama yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Setelah pembaruan parameter, kekuatan gempa tercatat M7,7.

Gempa dangkal itu disebabkan aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah terdampak.

Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB, sekitar dua setengah jam setelah gempa utama.

Dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan jumlah korban meninggal dunia di NTT telah mencapai 54 orang. Pendataan korban luka masih berlangsung.

Pemerintah daerah diminta melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang tanpa menunggu seluruh data terkumpul. Rumah warga yang rusak menjadi prioritas sebelum fasilitas umum.

“Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” kata Suharyanto.

“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” ujarnya. (rmg/xan)

Tags: gempahari kemerdekaanNTT
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Oktober, Cek Lokasinya
Nasional

Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Oktober, Cek Lokasinya

Jumat, 9 Okt 2026 08:22 WIB
Dasco: Perpres Perlindungan Ekosistem Ojol Resmi Dirilis
Nasional

Dasco: Perpres Perlindungan Ekosistem Ojol Resmi Dirilis

Kamis, 8 Okt 2026 20:22 WIB
Mulai Tahun 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis
Nasional

Mulai Tahun 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis

Kamis, 8 Okt 2026 18:52 WIB
Komnas HAM Bongkar Tujuh Masalah MBG
Nasional

Komnas HAM Bongkar Tujuh Masalah MBG

Kamis, 8 Okt 2026 18:50 WIB
Pemerintah Subsidi Biaya Haji 2027 Rp 3,2 Juta, Jamaah Lunasi Rata-Rata Rp 23 juta
Nasional

Pemerintah Subsidi Biaya Haji 2027 Rp 3,2 Juta, Jamaah Lunasi Rata-Rata Rp 23 juta

Kamis, 8 Okt 2026 08:37 WIB
Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Ingin Kasus TPPU Lekas Tuntas
Nasional

Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Ingin Kasus TPPU Lekas Tuntas

Kamis, 8 Okt 2026 08:12 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa

Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa

Jumat, 9 Okt 2026 10:31 WIB
Marc Marquez Semakin Dekati Rekor Rossi

Marc Marquez Semakin Dekati Rekor Rossi

Senin, 5 Okt 2026 08:08 WIB
HADIRI PISAH SAMBUT -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menghadiri acara pisah sambut Kapolda Banten. (ISTIMEWA)

Hadiri Pisah Sambut Kapolda Banten, Bupati Dewi Tegaskan Siap Perkuat Kolaborasi

Jumat, 9 Okt 2026 10:52 WIB
SWADAYA -- Sejumlah warga Desa Kadubadak, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, swadaya bangun jalan. Hal itu dilakukannya, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. (ISTIMEWA)

Pimpinan DPRD Pandeglang Apresiasi Warga Desa Kadubadak Angsana yang Bangun Jalan Swadaya

Kamis, 8 Okt 2026 18:31 WIB
Kroasia vs Spanyol, Misi Tak Malu Dua Kali

Kroasia vs Spanyol, Misi Tak Malu Dua Kali

Selasa, 6 Okt 2026 07:52 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.