SATELITNEWS.COM, JAKARTA--Pemerintah akan memberikan subsidi sebesar 3,2 juta rupiah untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027 yang ditanggung jamaah haji .
Kesepakatan itu dicapai setelah Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim melakukan rapat koordinasi bersama DPR RI, kemarin.
Dengan adanya subsidi tersebut, jamaah haji 2027 tinggal melunasi sisa Bipih rata-rata sebesar Rp 23.048.825 atau Rp 23 juta.
Secara keseluruhan, DPR dan pemerintah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 rata-rata sebesar Rp 98.466.351,35 per jamaah haji.
Dari jumlah itu, Bipih yang ditanggung jamaah haji 2027 rata-rata Rp 54.648.825 atau 55,5 persen dari total BPIH, turun sekitar Rp 3,4 juta dibandingkan haji 2026.
Jumlah tersebut dikurangi setoran awal jamaah Rp 25 juta, perolehan virtual account (VA) Rp 3,4 juta, serta subsidi pemerintah Rp 3,2 juta.
Baca Juga: Legislator Nilai Pembentukan 204 Satuan Baru TNI Penting
Dengan demikian, sisa biaya pelunasan yang harus dibayarkan oleh jamaah menjadi rata-rata sebesar Rp 23.048.825.
Sementara, proporsi dari Nilai Manfaat (NM) ditanggung sebesar 44,5 persen dari BPIH atau rata-rata Rp 43.817.526,35.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, struktur pembiayaan ini menggunakan asumsi kurs USD 1 setara Rp 17.500 dan SAR 1 setara Rp 4.666,67
”Pemerintah bersama Panja Komisi VIII DPR RI terus berupaya merumuskan skema pembiayaan yang proporsional dan akuntabel. Kami berkomitmen untuk memastikan kualitas pelayanan bagi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci tetap terjaga secara optimal, seimbang antara beban jamaah dan optimalisasi nilai manfaat,” ujar Menhaj di DPR, Rabu (7/10).
Irfan memastikan bakal mengawal efisiensi di setiap lini pelayanan jamaah, baik selama di Tanah Air maupun saat berada di Arab Saudi, namun dengan kualitas yang tetap prima.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari dana haji, baik yang bersumber dari Bipih maupun dari Nilai Manfaat, dikelola secara transparan dan dikembalikan sepenuhnya dalam bentuk pelayanan terbaik bagi jamaah,” tegasnya.
Baca Juga: Janji 100 Hari Kapolri Suyudi, Bersihkan Titipan dan Transaksional
“Aspek kenyamanan, akomodasi, konsumsi, hingga pembinaan jamaah menjadi prioritas utama kami,” lanjut Irfan.
Besaran Bipih per jamaah turut bervariasi berdasarkan embarkasi keberangkatan masing-masing.
Sebagai contoh, jamaah dari Embarkasi Aceh tercatat memiliki Bipih terendah, sementara embarkasi lainnya menyesuaikan dengan komponen biaya penerbangan serta layanan di Arab Saudi.
Irfan mengimbau seluruh calon jamaah haji yang masuk dalam alokasi kuota tahun 1448 H/2027 M untuk mempersiapkan diri. (rmg)





















