SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana menggalang donasi untuk membantu korban gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) lalu. Bantuan tersebut akan disiapkan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan duka mendalam atas musibah yang melanda NTT. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para korban bencana.
“Pertama-tama, saya sampaikan turut berduka cita yang mendalam atas terjadinya musibah bencana alam yang melanda NTT. Insya Allah, kita juga akan mengirimkan bantuan, semoga dengan bantuan yang kita salurkan nanti dapat meringankan beban para korban di sana,” kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (18/8/2026).
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menambahkan bantuan untuk korban bencana di NTT akan segera disiapkan melalui penggalangan donasi dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tangerang.
Menurut Soma, Pemerintah Kabupaten Tangerang selalu berusaha mengirimkan bantuan kepada daerah-daerah di Indonesia yang mengalami bencana alam.
“Insya Allah biasanya rutin kita laksanakan. Langkah ini merupakan kegiatan yang selalu dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang ketika adanya bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai wujud perhatian kepada para korban,” katanya.
Baca Juga: Resmi Beroperasi, Hanggar VTDI Diharapkan Dongkrak Perekonomian Daerah Kabupaten Tangerang
Selain melakukan penggalangan donasi dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah juga akan berkolaborasi dengan PMI untuk menyuplai bantuan logistik maupun personel ke lokasi bencana apabila diperlukan.
Namun, pengiriman personel akan dilakukan jika sudah mendapatkan instruksi resmi dan hasil koordinasi dengan PMI Pusat.
“Tentunya kita siap menerjunkan bilamana ada instruksi resmi dari pusat, berkaca pada aksi tanggap darurat sebelumnya seperti di Palu dan Aceh,” jelasnya.
Diketahui, pada Sabtu (15/8) pagi, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang melanda NTT. Berdasarkan informasi sementara yang disampaikan Kementerian Sosial, terdapat beberapa wilayah yang terkena dampak gempa tersebut, di antaranya Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Sedikitnya 2.000 jiwa merasakan langsung dampak peristiwa tersebut. Petugas masih menghitung jumlah warga yang mengungsi, sementara 68 orang dinyatakan meninggal dunia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (alfian/aditya)






















