SATELITNEWS.COM, SERANG–Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang memasuki usia ke-88 tahun. Dalam momentum tersebut, RSDP Serang terus memperkuat layanan kesehatan dengan menambah 10 unit mesin hemodialisis (HD) untuk mendukung pelayanan terapi cuci darah bagi pasien gagal ginjal.
Selain penambahan mesin HD, RSDP Serang juga ditunjuk sebagai rumah sakit jejaring pengampuan layanan KJSU, yakni Kanker, Jantung, Stroke dan saraf, Urologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Pada ulang tahun kali ini, RSDP Serang mengusung tema ‘Melangkah Bersama, Mengabdi Untuk Negeri, Meningkatkan Layanan RSDP Menuju Kabupaten Serang Bahagia’.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan, penunjukan RSDP Serang sebagai rumah sakit jejaring pengampuan KJSU merupakan sebuah apresiasi sekaligus kepercayaan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.
“Alhamdulillah di tahun ini RSDP telah ditunjuk sebagai rumah sakit jejaring pengampuan untuk KJSU, yaitu kanker, jantung, syaraf stroke, urologi dan kesehatan ibu dan anak. Ini merupakan apresiasi yang luar biasa,” ujarnya, Kamis (20/8).
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh tenaga kesehatan serta jajaran RSDP Serang dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Pada peringatan HUT ke-88 RSDP Serang, pemerintah daerah juga meresmikan penambahan 10 unit mesin hemodialisis. Dengan tambahan tersebut, total mesin HD yang dimiliki RSDP Serang kini mencapai 40 unit.
Penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan terapi cuci darah dapat memperoleh pelayanan secara cepat dan terfasilitasi dengan baik.“Semoga itu bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat, terutama yang membutuhkan terapi gagal ginjal,” katanya.
Baca Juga: Lahan dan Pengelolaan Parkir Krodit, Sekda Minta Manajemen RSDP Serang Cari Solusi
Meski demikian, ia mengakui masih banyak hal yang perlu dioptimalkan dalam pengembangan RSDP Serang. Mulai dari sarana dan prasarana hingga kondisi bangunan fisik rumah sakit masih perlu terus ditingkatkan.Menurutnya, optimalisasi pelayanan harus tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Yang namanya optimal itu sedianya kita ingin semuanya maksimal, mulai dari sarana prasarana sampai bangunan fisik. Namun tetap harus kita sesuaikan dengan anggaran yang kita miliki,” ungkapnya.
Di sisi lain, meningkatnya pasien yang membutuhkan terapi cuci darah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, pasien yang menjalani hemodialisis di RSDP Serang tidak hanya berasal dari kelompok usia lanjut, tetapi juga sudah banyak ditemukan pada usia muda.
Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan pola hidup dan pola makan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit yang dapat memicu gagal ginjal.
“Kita melihat yang rutin melakukan cuci darah, ternyata usianya mulai dari usia muda sampai usia tua. Karena itu, tolong jaga kesehatan dan konsumsi makanan yang sehat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan yang dapat memicu tingginya kadar gula darah serta menjaga tekanan darah agar tetap terkendali.“Jangan mengonsumsi makanan-makanan yang memicu tingginya gula. Kemudian tekanan darah juga tidak boleh naik dan harus kita minimalisir,” tegasnya.
Untuk menekan jumlah kasus penyakit yang berujung pada kebutuhan cuci darah, Pemkab Serang akan memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat. Koordinasi akan dilakukan dengan berbagai sektor, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat, termasuk para peserta didik.
“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya warga belajar. Sehingga ke depan kita bisa mengeliminasi dan tidak semakin banyak masyarakat yang harus cuci darah,” tuturnya.
Baca Juga: Pendapatan RSDP Serang Turun Rp2 Miliar Per Bulan, Ini Penyebabnya
Dirut RSDP Serang, Rachmat Setiadi menambahkan RSDP Serang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, salah satunya dengan menambah sarana dan prasarana untuk layanan hemodialisis.
Rachmat menjelaskan, kapasitas layanan hemodialisis di RSDP Serang sebelumnya memiliki sekitar 30 alat atau tempat tidur. Kini kapasitas tersebut ditingkatkan menjadi 40 alat atau tempat tidur.“Untuk sarana prasarana HD atau cuci darah ditingkatkan dari 30 alat, sekarang menjadi 40 alat,” ujarnya.
Dengan penambahan fasilitas tersebut, RSDP Serang diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan jumlah pasien sekaligus memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.Dalam sehari, layanan hemodialisis di RSDP Serang dilakukan dalam dua shift. Setiap shift dapat melayani sekitar 40 pasien, sehingga dalam satu hari terdapat sekitar 80 pelayanan. Sementara jadwal cuci darah pasien berbeda-beda, ada yang menjalani satu kali maupun dua kali dalam sepekan.
“Kalau dua shift, sekitar 80 pasien sehari. Ada yang satu hari, ada yang dua hari. Kalau dua hari saja sudah ada 160, sehingga jumlah pasien sekitar 200 sampai 300,” jelas Rachmat.
Kata Rachmat, RSDP Serang sendiri tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten dan Kota Serang. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan, pasien yang menjalani hemodialisis juga berasal dari sejumlah daerah lain di Banten, seperti Pandeglang dan Rangkasbitung.
Selain menambah fasilitas, RSDP Serang juga melakukan inovasi pelayanan dengan membuat buku kendali pasien hemodialisis. Buku tersebut digunakan untuk mencatat kondisi pasien sebelum, saat, dan setelah menjalani proses cuci darah.“Inovasi yang kita lakukan adalah membuat buku kendali pasien HD atau cuci darah. Jadi sebelum dilakukan hemodialisa, pada waktu cuci darah, dan setelah cuci darah, ada catatan-catatan kondisi pasien,” ungkapnya.
Kemudian Rachmat juga menyampaikan jika pihak pemerintah daerah mendorong adanya edukasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat agar pola konsumsi makanan lebih terkontrol.“Ibu Bupati juga menyarankan agar kita mengadakan edukasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat, supaya makanan yang dikonsumsi anak-anak kita lebih terkontrol, dengan makanan yang sehat dan higienis,” tuturnya. (ADV)

















