SATELITNEWS.COM, LEBAK – Debit sejumlah sungai di Kabupaten Lebak mulai menyusut akibat kemarau panjang. Meski begitu, Perumdam Tirta Kalimaya memastikan pasokan air bersih untuk 33 ribu pelanggan tetap aman dan mengalir normal. Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak, Ni’matullah mengatakan, penurunan debit sungai memang terjadi di sejumlah titik.
Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada pelanggan. “Iya di beberapa titik memang mengalami penurunan debit, tetapi alhamdulillah layanan pasokan air ke pelanggan tetap normal,” kata Ni’matullah, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Menurutnya, sejumlah aliran sungai selama ini menjadi sumber air baku utama yang diolah Perumdam menjadi air bersih. Karena itu, penurunan debit akibat kemarau harus diantisipasi agar tidak mengganggu proses produksi dan distribusi.
Untuk menjaga ketersediaan air baku, pihaknya melakukan pembendungan di sekitar lokasi intake. Langkah tersebut dilakukan agar air yang masuk ke sistem pengolahan tetap mencukupi. “Langkah ini membuat pasokan air untuk didistribusikan kepada pelanggan masih bisa terjaga dan cukup,” ujarnya.
Selain itu, Perumdam juga melakukan pembersihan saluran intake di seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pembersihan dilakukan untuk memastikan pengambilan air baku tetap optimal meski kondisi debit sungai mengalami penurunan.
Ni’matullah mengatakan, kondisi kemarau saat ini masih harus diwaspadai. Berdasarkan prediksi BMKG, Agustus menjadi salah satu periode puncak musim kemarau. “Kita berharap hujan sudah mulai turun pada September, sehingga debit air sungai bisa kembali normal,” ucapnya.
Baca Juga: Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Tangsel Minta Warga Hemat Air
Di tengah upaya menjaga pasokan bagi pelanggan, Perumdam Tirta Kalimaya juga ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Pasokan air bersih diberikan untuk kemudian didistribusikan ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air. “Bantuan air bersih diluar pelanggan, kita juga sudah ikut menyalurkan. Semoga air yang kita salurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.
Sementara, kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. BPBD Lebak mencatat sebanyak 382 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat selama periode Juli hingga 15 Agustus 2026. Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Untuk cakupan distribusi air bersih periode Juli sampai dengan 15 Agustus 2026 sebanyak 382.000 liter. Distribusi ini menjangkau 15 kecamatan, 46 desa, 13.552 KK dan 48.573 jiwa,” kata Febby. Menurut Febby, bantuan air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menangani dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat. BPBD bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan kondisi di setiap wilayah.
“Distribusi ini kita lakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kita terus melihat wilayah mana yang mengalami kesulitan air bersih dan membutuhkan bantuan,” ujarnya. Ia menegaskan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan apabila kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah dan Perumdam Tirta Kalimaya terus melakukan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, baik bagi pelanggan maupun warga yang terdampak kekeringan.(mulyana)

















