SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Polisi melakukan penyekatan di Jalan Daan Mogot KM 19, Kebon Besar, Batuceper, Kota Tangerang, Kamis (27/8/2026). Penyekatan ini menyasar pelajar dan anak di bawah umur yang diduga hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senayan.
Pantauan di lokasi sejak pukul 10.00 WIB, petugas memeriksa kendaraan yang melintas dari arah Tangerang menuju Jakarta. Puluhan truk dan kendaraan bak terbuka diminta menepi untuk diperiksa. Pengemudi diminta turun dan menjelaskan asal serta tujuan perjalanan. Petugas juga membuka dan memeriksa muatan kendaraan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa.
Setelah pemeriksaan selesai dan tidak ditemukan hal mencurigakan, kendaraan kembali diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Pemeriksaan juga menyasar pengendara sepeda motor. Sejumlah pemotor dihentikan dan diminta membuka bagasi jok untuk diperiksa.
Penyekatan tersebut tidak hanya melibatkan polisi. Personel TNI dan Satpol PP Kota Tangerang turut diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di jalur perbatasan menuju Jakarta.
Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan mengatakan, petugas memang memfokuskan pemeriksaan terhadap pelajar maupun anak di bawah umur yang hendak menuju Jakarta. “Penyekatan ini fokus kepada anak-anak dari wilayah barat menuju ke Jakarta yang terindikasi anarko agar jangan sampai ikut-ikutan terbawa dengan ajakan-ajakan isu-isu yang akan membuat suasana penyampaian pendapat di Jakarta menjadi tidak aman,” kata Gunawan.
Menurut Gunawan, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengendara yang membawa senjata tajam (sajam) maupun benda berbahaya lainnya. Meski melakukan pengetatan, polisi mengaku tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas mengimbau para remaja agar tidak ikut berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi.
Baca Juga: Pria Marah-marah di Pasar Induk Tangerang, Ternyata Bawa 1.110 Pil Hexymer-Tramadol
“Kami dari Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota bertujuan mengantisipasi pengendara yang membawa barang-barang berbahaya, jangan sampai ada massa yang berniat membuat gaduh di Jakarta, anarkis maupun perusuhan,” ujarnya. Sebanyak 90 personel gabungan dikerahkan dalam penyekatan tersebut. Mereka berjaga di jalur yang menjadi akses dari Kota Tangerang menuju wilayah DKI Jakarta.
Gunawan mengatakan penyekatan dilakukan hingga ada perkembangan lebih lanjut mengenai situasi aksi di Jakarta. “Kegiatan kami lakukan sampai menunggu perkembangan lebih lanjut, jika ditemukan adanya masyarakat terindikasi anarko akan kami amankan untuk dikumpulkan lalu dilakukan pendataan lebih lanjut,” katanya. (ari)

















