SATELITNEWS.COM, TANGERANG— Sebanyak 3,3 juta orang tercatat mengikuti war ticket Alfamart Run 2026 melalui aplikasi Alfagift. Jumlah itu berbanding jauh dengan tiket yang tersedia hanya untuk 5.000 pelari.
Dengan perbandingan tersebut, secara sederhana terdapat sekitar 660 calon peserta yang memperebutkan setiap satu tiket Alfamart Run 2026. Ajang lari yang memasuki tahun kelima itu akan digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu 18 Oktober 2026.
Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh mengatakan, keterbatasan peserta merupakan bagian dari konsep Alfamart Run yang mempertimbangkan kapasitas lokasi, kenyamanan, dan pengalaman peserta.
“Alfamart Run memang kami rancang eksklusif dengan jumlah peserta terbatas. Tahun ini slot kami tambah menjadi 5.000 peserta, namun antusiasmenya jauh lebih besar. Sekitar 3,3 juta orang mengikuti war ticket melalui Alfagift,” ujar Ryan dalam konferensi pers Alfamart Run 2026 di Alfa Tower, Senin (14/9/2026), Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sesi konferensi pers turut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir, Grup Band Padi Reborn, Brand Ambassador
Menurut dia, tingginya minat tersebut menunjukkan Alfamart Run telah memiliki basis peserta yang luas. Peserta pada penyelenggaraan sebelumnya tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tetapi juga sejumlah kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, termasuk dari luar Pulau Jawa.
Alfamart Run 2026 mengusung konsep sport entertainment dengan tetap menempatkan olahraga lari sebagai inti kegiatan. Peserta dapat memilih kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Sejumlah pelari dan atlet nasional juga dijadwalkan ambil bagian sehingga aspek kompetisi tetap menjadi bagian penting dalam gelaran tersebut. Alfamart menyiapkan total hadiah podium Rp250 juta untuk 252 pemenang.
Baca Juga: Setting Sepeda Motor, Mekanik Tewas Usai Tabrak Pohon di Pamulang
Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh dua unit mobil listrik melalui mekanisme door prize. Namun, pengalaman peserta tidak berhenti di lintasan. Salah satu daya tarik lain yang disiapkan adalah goodie bag dengan bobot sekitar 50 kilogram dan nilai produk lebih dari Rp4 juta.
Goodie bag tersebut berisi berbagai produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan dan minuman, produk perawatan diri, hingga kebutuhan rumah tangga. Dengan biaya pendaftaran Rp600.000, peserta juga memperoleh jersey, medali, dan perlindungan asuransi kecelakaan yang berlaku pada hari pelaksanaan. Ryan mengatakan goodie bag menjadi bagian dari apresiasi kepada peserta yang berhasil mendapatkan tiket.
“Peserta Alfamart Run bukan hanya mendapatkan pengalaman berlari. Setelah mencapai garis finis, mereka juga membawa pulang goodie bag dengan isi yang cukup banyak, bahkan bobotnya mencapai sekitar 50 kilogram,” katanya.
Besarnya isi goodie bag membuat aktivitas unboxing menjadi salah satu pengalaman yang banyak dibagikan peserta melalui media sosial. Alfamart bahkan menyiapkan hadiah khusus bagi peserta beruntung yang mengunggah momen tersebut.
Tas goodie bag tahun ini kembali diproduksi UMKM Intako Tanggulangin, Sidoarjo. Ukurannya diperbesar dibandingkan tahun sebelumnya agar mampu menampung seluruh produk yang diberikan kepada peserta. Konsep sport entertainment juga diperkuat dengan kehadiran sejumlah figur publik, termasuk Brand Ambassador Alfamart Run Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati. Padi Reborn juga dijadwalkan tampil menghibur peserta setelah perlombaan.
Berbagai aktivitas interaktif dari sponsor dan mitra turut disiapkan di area acara. Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga dapat menikmati suasana festival olahraga sebelum dan setelah berlari.
Baca Juga: Serapan Anggaran Pemkot Tangerang Tahun 2026 Masih di Bawah Target
Bawa Pesan Lingkungan
Alfamart Run 2026 juga memasukkan aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraannya. Jersey peserta menggunakan material daur ulang yang berasal dari 12 botol plastik berukuran 1,5 liter untuk setiap jersey. Pengelolaan sampah selama acara juga menjadi perhatian. Sampah organik dan anorganik yang dihasilkan selama kegiatan akan dipilah dan dikelola lebih lanjut sesuai jenis materialnya.
“Semangatnya bukan hanya mengajak masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga bagaimana event sebesar Alfamart Run dapat diselenggarakan secara bertanggung jawab. Karena itu, aspek lingkungan juga kami persiapkan sejak sebelum acara berlangsung,” kata Ryan.
Alfamart Run 2026 menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-27 Alfamart. Memasuki penyelenggaraan kelima, gelaran tersebut mencoba memadukan kompetisi lari, hiburan, komunitas, keterlibatan UMKM, serta kepedulian lingkungan dalam satu acara.
Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Alfamart Run 2026. Ia juga menyampaikan olahraga tidak semestinya dipandang sebagai beban biaya. Menurut dia, olahraga merupakan investasi penting untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. “Olahraga itu selama ini dilihat seperti hanya biaya. Padahal olahraga itu adalah sebuah investasi. Investasi karakter bangsa,” kata Erick.
Menurut Erick, aktivitas olahraga membentuk karakter yang resilien atau memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat tersebut, kata dia, penting untuk membangun masyarakat yang disiplin dan memiliki kemauan untuk terus berusaha. “Dengan olahraga kita dibangun menjadi karakter yang resilience. Artinya yang mau kerja, mau fight, supaya bangsa kita juga jadi bangsa yang disiplin,” ujarnya.
Selain pembentukan karakter, Erick menekankan olahraga juga merupakan investasi di bidang kesehatan. Ia menilai peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan bangsa. Erick menyoroti masih rendahnya partisipasi olahraga masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Ia mencontohkan Jepang yang memiliki tingkat keaktifan berolahraga mencapai sekitar 65 persen.
Sedangkan di Indonesia, populasi usia 13 hingga 30 tahun mencapai sekitar 125 juta orang. Namun, menurut Erick, tingkat partisipasi kelompok usia tersebut dalam olahraga baru sekitar 17,5 persen. “Secara demografi 125 juta di usia 13 sampai 30. Tapi yang berpartisipasi di olahraga itu hanya 17,5 persen. Jadi jauh komparasinya,” katanya.
Karena itu, Erick mengapresiasi semakin banyaknya kegiatan olahraga, termasuk olahraga lari yang kini semakin diminati masyarakat. Ia menilai maraknya kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga. “Kalau ini kegiatan lari, olahraga ini terus memacu hal yang positif dan tentunya impact-nya kesehatan, ini bagus buat bangsa kita,” pungkasnya. (made)
























