SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Suasana kebersamaan terasa di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Minggu (13/9). Masyarakat bersama para nelayan menggelar pesta nelayan atau nadran yang diisi dengan tradisi sedekah laut.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan gotong royong sekaligus melestarikan kearifan lokal masyarakat pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pesta nelayan atau nadran yang dilakukan mayoritas masyarakat pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain menjaga kearifan lokal, tradisi nadran juga mengandung nilai-nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam.
“Acara ini bukan hanya bertujuan untuk melestarikan tradisi kearifan lokal, namun juga mendorong perekonomian masyarakat dan meningkatkan nilai kebersamaan dengan gotong royong,” kata Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Minggu (13/9).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menilai pesta nelayan bukan sekadar tradisi tahunan masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui laut.
Selain itu, pesta nelayan juga menjadi wadah silaturahmi dan memperkuat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Tangerang.
“Pesta Nelayan adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui laut. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesejahteraan dan kesehatan bagi seluruh nelayan beserta keluarganya, serta masyarakat Desa Surya Bahari Kecamatan Pakuhaji,” ujarnya.
Baca Juga: Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta
Lanjut Rudi, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat pesisir. Salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan nelayan yang terus didorong, dukungan terhadap alat tangkap, serta peningkatan kemampuan dalam mengolah hasil laut agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kita ingin para nelayan bukan hanya kuat menghadapi tantangan di laut, tetapi juga semakin sejahtera kehidupannya di darat. Kalau nelayan sejahtera, keluarga nelayan sejahtera, maka masyarakat pesisir juga akan semakin kuat,” tandasnya.
Tak hanya soal kesejahteraan, Rudi juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap laut yang telah memberikan kehidupan.
“Kalau laut memberikan kehidupan kepada kita, maka kita juga harus memberikan kehidupan kepada laut. Jangan sampai kita mengambil hasil laut secara berlebihan, jangan merusak ekosistemnya, jangan mencemari laut dan pantai kita,” pesannya.
Rudi Maesyal mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan merawat laut demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Dia juga berharap pesta laut tersebut semakin mempererat tali persaudaraan antarwarga pesisir sekaligus mendongkrak potensi wisata budaya serta perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Tangerang.
“Semoga rezeki yang didapatkan para nelayan tidak hanya membawa keberkahan dan manfaat bagi kehidupan di dunia, tetapi juga menjadi amalan kebaikan untuk akhirat kelak,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, salah satu warga Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Fazri, menambahkan bahwa pesta laut merupakan kegiatan yang selalu dilakukan setiap tahun oleh masyarakat pesisir.
Menurutnya, selain menjadi hiburan bagi masyarakat, nadran atau sedekah laut juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir sangat bergantung pada laut dan hasil alam.
“Ini merupakan bentuk pengingat bahwa kita membutuhkan hasil laut, maka kita harus menjaga alam,” katanya. (alfian/aditya)
























