SATELITNEWS.COM, TANGERANG — PT Summarecon Agung Tbk menyatakan menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perseroan juga menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Corporate Communications PT Summarecon Agung Tbk, Rulli Lazuardi, di Jakarta, Rabu (16/9/2026), menyikapi proses hukum yang tengah berjalan di lembaga antirasuah.
“Summarecon menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di KPK dan siap bekerjasama dengan seluruh pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku, agar proses hukum dapat segera terselesaikan dengan baik,” kata Rulli kepada Satelit News, Rabu (16/9/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan sikap perusahaan untuk mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung dan memberikan kerja sama kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Diketahui, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
KPK mengungkapkan, empat di antaranya merupakan orang yang disebut sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Baca Juga: Open Day Syafana Islamic School Dihadiri 500 Calon Orang Tua Siswa
Mereka yakni Lampri (LMP), Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN; Sontang Coin Manurung (SON), Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I; Adrianto Pitojo Adi (ADR), Direktur Utama PT Summarecon Agung; serta Arif Sugiyanto (ARF), mantan Bupati Kebumen yang disebut sebagai orang kepercayaan Menteri Nusron Wahid.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jabodetabek.
“Benar, yang bersangkutan. merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Budi, saat ini Adrianto bersama 16 orang lain yang diamankan dalam operasi senyap tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Merah Putih. (aditya)
























