SATELITNEWS.COM, SERANG – Ditengah berkurangnya alokasi anggaran, Pemprov Banten tetap menjadikan program pembangunan infrastruktur sebagai prioritas di tahun depan. Meskipun, pembangunan tersebut akan dilakukan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.
Diketahui, Pemprov Banten memproyeksikan pendapatan daerah pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2026, berkurang sekira Rp408,99 Miliar.
Proyeksi itu didapat, setelah pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) menunjukkan tren negatif.
Dimana target pendapatan yang semula diproyeksikan sekira Rp10,08 Triliun, kemungkinan hanya terealisasi sekira Rp9,67 Triliun, atau berkurang sekira 4,06 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan memastikan, kegiatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur tetap berjalan ditengah keterbatasan anggaran.
Akan tetapi, porsi pembangunan nantinya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada
Baca Juga: Pelebaran Jalan SBM Mulai Dibahas, Tahap Pertama Dibangun 15 Kilometer
“Pembangunan tetap berjalan, kan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, tapi infrastruktur masih menjadi prioritas, mengenai anggaran kan belum ketok palu,” katanya, Minggu (20/9/2026).
Arlan mengatakan, pihaknya sedang mengusulkan rencana pembangunan infrastruktur ditahun 2027 mendatang termasuk besaran anggaran yang dibutuhkan. Akan tetapi, pihaknya belum bisa menyampaikan kepada publik karena masih dalam tahap penyusunan.
“Kita lagi ngusulin, yang pasti kaitan dengan jalan provinsi yang rusak-rusak jadi prioritas, kemudian pelebaran jalan khususnya di Tangerang jadi prioritas untuk pengadaan lahannya. Kemudian untuk PON, sudah beberapa venue yang kita bangun,” ujarnya.
Ditanya terkait program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Arlan memastikan program tersebut tetap berjalan, karena menjadi prioritas pembangunan selama kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni. Pembangunan akan dilaksanakan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten.
“Untuk program Bang Andra, masih on proses dan menjadi program prioritas. Kalau di RPJMD tahun depan 50 kilometer, kalau untuk anggarannya belum. Ya kan ada informasi bagus tuh, P3K kan akan diambil pusat, anggarannya bisa dialihkan untuk infrastruktur,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memastikan, program pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur tetap menjadi prioritas pembangunan di Provinsi Banten.
Baca Juga: Situ Cikedal Pandeglang Mulai Ditata, Buka Akses RTH dan Wisata Masyarakat
“Iya tetap ada pembangunan, karena kan sebagai salah satu upaya mengatasi disparitas di Banten, salah satunya ya melalui pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, lanjutnya, Pemprov Banten juga tetap memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan lainnya.
Dengan catatan, pelaksanaan pembangunan tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki oleh daerah.
“Bukan cuma infrastruktur, ada kesehatan, pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, dan banyak lagi. Yang pasti, pembangunan tetap ada dan tetap dilaksanakan, sesuai dengan kemampuan daerah,” imbuhnya. (adib)
















