SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA—Tidak ada jalan pintas menuju kursi kepemimpinan. Prinsip itulah yang seolah tergambar jelas dalam perjalanan hidup Drs. Muhammad Kasim, M.H., yang kini dipercaya memimpin Pengadilan Agama Tigaraksa sejak 13 Mei 2024.
Kisahnya adalah bukti nyata bahwa ketekunan yang dijalani secara konsisten, meski harus melewati puluhan tahun dan berpindah dari satu kota ke kota lain, pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Muhammad Kasim mengawali langkahnya dari pendidikan dasar yang sederhana di SD Negeri 060812 Medan pada 1980. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Medan pada 1983 dan SMA Negeri 2 Medan pada 1986. Tidak berhenti di bangku SMA, semangat belajarnya terus berlanjut hingga ke jenjang perguruan tinggi. Ia menempuh Strata I di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang diselesaikannya pada 1993, dan tidak puas sampai di situ, ia kembali melanjutkan pendidikan Strata II di Universitas Muhammadiyah Jakarta hingga lulus pada 2007 — sebuah pengingat bagi generasi muda bahwa belajar tidak mengenal batas usia maupun batas waktu.
Perjalanan kariernya pun tidak instan. Ia memulai dari titik paling dasar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di Pengadilan Agama Rantau Prapat pada 1 Maret 1994, sebelum resmi menjadi PNS setahun kemudian. Dari sana, satu demi satu tanggung jawab dijalani dengan sungguh-sungguh: menjadi Panitera Pengganti di Pengadilan Agama Lubuk Pakam pada 2000, lalu dipercaya sebagai Hakim di Pengadilan Agama Kabanjahe pada 2006.
Bertahun-tahun berikutnya diisi dengan penugasan yang berpindah-pindah, dari Pengadilan Agama Binjai pada 2009 hingga Pengadilan Agama Stabat pada 2012 — sebuah perjalanan yang menuntut kesiapan untuk terus beradaptasi di tempat dan lingkungan yang baru. Kegigihannya membuahkan hasil ketika pada 2015 ia dipercaya menduduki jabatan struktural pertamanya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Binjai, disusul kepercayaan sebagai Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada 2017.
Menariknya, meski sudah pernah menjabat sebagai Ketua, Muhammad Kasim tidak segan kembali bertugas sebagai Hakim di Pengadilan Agama Medan pada 2018. Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari pengabdian yang harus dijalani dengan rendah hati di mana pun ditempatkan. Sikap itulah yang kemudian mengantarkannya kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen pada 2019, lalu sebagai Ketua Pengadilan Agama Lubuk Pakam pada 2020, dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Bandung pada 2021. Perjalanan itu berlanjut ke Ketua Pengadilan Agama Indramayu pada 2022, hingga akhirnya Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa pada 2024.
Baca Juga: Pengadilan Agama Tigaraksa Gelar Sosialisasi Pembuatan Putusan Berbasis AI
Dedikasi panjang selama lebih dari tiga dekade itu turut diganjar sejumlah penghargaan, di antaranya Satya Karya Dwiwindu pada 2009, Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2016, hingga Satyalancana Karya Satya XXX Tahun pada 2024 — simbol pengakuan atas konsistensi dan kesetiaan dalam mengabdi.
Kisah Muhammad Kasim menjadi pengingat penting, khususnya bagi generasi muda yang tengah merintis jalan karier maupun pendidikan: bahwa proses panjang, berpindah tempat, memulai dari bawah, bahkan kembali ke posisi yang lebih sederhana, bukanlah kemunduran, melainkan bagian dari perjalanan menuju kematangan. Konsistensi, kerendahan hati, dan semangat belajar yang tidak pernah padam terbukti mampu mengantarkan seseorang pada capaian yang bermakna, betapapun panjang jalan yang harus ditempuh. (dm)

















