SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran yang melanda gudang penyimpanan pipa milik PT Mitra Bangun Abadi di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026), diduga dipicu pembakaran sampah liar di sekitar lokasi. Api merambat hingga membakar gudang dan berdampak pada tiga rumah warga di sekitarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh oknum masyarakat di sekitar sebuah bengkel yang berada dekat gudang penyimpanan pipa.
“Diduga, akibat adanya pembakaran sampah liar oleh oknum masyarakat, di bengkel dekat gudang pipa,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Rabu (14/10).
Menurut Taufik, api dari pembakaran sampah tersebut kemudian merambat ke bagian belakang gudang hingga membesar dan menyelimuti bangunan penyimpanan pipa milik PT Mitra Bangun Abadi.
Besarnya kobaran api juga menyebabkan tiga bangunan rumah warga di sekitar lokasi terdampak. Meski demikian, kerusakan pada rumah-rumah tersebut dilaporkan tidak terlalu parah dan hanya mengenai bagian dapur.
“Ada tiga bangunan rumah milik warga yang terkena dampak. Tetapi, tidak begitu berat kerusakannya, hanya di bagian dapur saja,” katanya.
Baca Juga: Resmikan Masjid Nila Sari Cisauk, Bupati Tangerang Dorong Pembentukan Karakter Santri
Untuk memadamkan api, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan 88 personel gabungan dengan dukungan 18 unit mobil pemadam kebakaran. Personel dan armada tersebut berasal dari Pos Legok, Mako 00 Curug, Kelapa Dua, Tigaraksa, BSD, Pasar Kemis, Kabupaten Bogor, Summarecon, Paramount, Damkar Yon TP Legok, Damkar Koramil Curug, PT Serim, serta Damkar Kota Tangerang Selatan. Satu unit ambulans dari Puskesmas Legok juga disiagakan di lokasi.
“Petugas yang diterjunkan, baik dari pemadam dan petugas medis, terdapat 88 personel. Alhamdulillah, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa ataupun luka,” katanya.
Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, menambahkan bahwa proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan sumber air di dekat tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, asap pekat dari material pipa yang terbakar sempat memapar petugas pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan.
“Personel yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis darurat dari unit ambulans Puskesmas Legok yang siaga di lokasi,” katanya.
Amirudin menjelaskan, kondisi angin dan material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke bagian belakang gudang PT Mitra Bangun Abadi. Kobaran api juga berdampak pada bagian dapur tiga rumah warga di sekitarnya.
Hingga saat ini, total kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan. “Total kerugian masih dalam penghitungan,” katanya. (alfian/aditya)

















