SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) berupa ambulans pengumpan (feeder) dampaknya sudah bisa dirasakan. Armada yang diluncurkan Kementerian Perindustrian di Kabupaten Lebak sebagai pilot project pada Juli 2019 lalu bisa menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak.
Ambulans feeder yang dinamai Jamilah (Jemput Antar Ibu Hamil) diluncurkan Kementerian Perindustrian di Kabupaten Lebak sebagai pilot project pada Juli 2019 lalu. Saat ini, ambulan tersebut manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya di pelosok.
“Alhamdulillah, ini bagus. Kami rasakan dampaknya, yang tadinya di tahun 2017 dan 2018 ada dua kasus kematian ibu dan anak di Bojongmanik, alhamdulillah dengan AMMDes bisa tertangani menjadi zero kasus,” kata Iti seusai webinar pemanfaatan AMMDes dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di Data Center Lebak, Rabu (12/8).
Melalui Program Jalin, Iti berharap, menjalin kebersamaan seluruh pemangku kepentingan bidang kesehatan dan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menekan AKI dan anak. “Di kita ini kan masih ada paham, katanya kalau bayinya belum gerak belum boleh diperiksa, padahal kita kan tahu ini khawatir meninggal di dalam kandungan. Ini yang harus terus kita beri pemahaman ke masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Iti, selain untuk keperluan bidang kesehatan, kendaraan feeder yang multiguna juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya dalam menanggulangi kebutuhan masyarakat .”Ya, di samping untuk kesehatan, kendaraan ini juga bisa bongkar pasang untuk pasca panen dan penjernihan air,” katanya.
Sementara, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Kemendes PDTT RI Yusra menyampaikan pemanfaatan AMMDes untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa, melalui pilot project peningkatan pelayanan transportasi rujukan kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes pengumpan ambulans. “Kalau kita mau sukses dimana dan kapan saja pola berpikir kita yang pertama adalah harus menambah ilmu, pengetahuan agar lebih berwawasan, kemudian menambah keterampilan, lalu sikap dan perilaku harus berubah menjadi rasional, dan terakhir harus optimis jangan pesimis,” pungkasnya. (mulyana/made)
Baca Juga: Dampak Erupsi GAK Masih Terasa, Pemkab Lebak Perpanjang Kebijakan PJJ
























