SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Karomani, M.Si menilai Pandeglang membutuhkan sosok pemimpin yang berjiwa visioner. Ini agar Pandeglang tidak tertinggal jauh dari daerah-daerah lain.
“Saya 40 tahun meninggalkan Pandeglang, mungkin ada kemajuan, tetapi tidak terlalu signifikan jika dibandingkan daerah-daerah lain yang saya kunjungi. Dari sisi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan Pandeglang masih jauh tertinggal,” kata Prof Karomani, saat ditemui di salah satu hotel di Pandeglang, Jumat (14/8).
Pria asli kelahiran Menes ini menilai, persoalan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan di Kabupaten masih belum mengalami kemajuan yang signifikan. Jika tidak ada gebrakan dari seorang kepala daerah, maka diyakininya Pandeglang akan jauh tertinggal.
“Kami berbincang-bincang dengan tokoh-tokoh Banten soal Pandeglang ke depan, tentu berharap betul ada gerakan yang betul-betul bisa membangkitkan keterpurukan masyarakat. Dimulai dari hal yang kecil misalnya, ada gerakan LSM yang bisa mengadvokasi pemberdayaan ekonomi mikro di sebuah desa, sepanjang itu konkret,” jelas lulusan S2 Ilmu Sosial, S3 Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran Bandung ini seraya berharap ada gerakan dari civil society yang dapat membangkitkan masyarakat dari keterpurukan.
Dia juga mengaku heran dengan sikap kepala daerah yang kerap mengeluhkan minimnya fiskal daerah untuk membangun daerah. Padahal menurutnya, hal itu merupakan tantangan seorang pemimpin untuk membangun daerahnya. Maka dibutuhkan inovasi yang dimiliki oleh seorang pemimpin. “Kalau kita (daerah Pandeglang) sudah baik-baik saja, ngapain ada pemimpin? Justru pemimpin harus penuh dengan inovasi,” katanya.
Jika banyak mengeluh, menurutnya lagi, bukanlah seorang pemimpin yang bisa harapkan, tetapi pemimpin harus merasa tertantang dan menciptakan inovasi dan kolaborasi dengan pihak lain untuk memecah kebuntuan dan permasalahan. “Pemimpin itu harus solutif. Pemimpin bukan tempatnya mengeluh, tapi memecahkan persoalan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, katanya lagi, sudah masuk pada eranya kolaborasi, karena kolaborasi itu menjadi ukuran di sebuah daerah dan lembaga. “Saya tanya berapa kerjasama yang dilakukan oleh Pemda Pandeglang dengan pihak lain yang bisa memicu trigger di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan. Saya khawatir kerjasama di sini miskin, tidak saling sinergi,” ucapnya.
Dia menyarankan Pemda Pandeglang membuka lebar akses pendidikan. Sebab pendidikan menjadi solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan. “Padahal dulu ada konsep triple helix, universitas harus kerja sama dengan pemerintah, harus kerjasama dengan industri, dan itu konsep lama sekitar tahun 80,” tukasnya.
Di mata pria kelahiran 1969 ini, Pandeglang tidak butuh dipimpin yang biasa saja. “Tetapi butuh pemimpin yang visioner, integritas dan seorang yang pantas untuk dijadikan teladan sebagai role model buat masyarakat,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fery Hasanuddin mengaku ada target pembangunan yang belum tercapai. Namun Ferry mengklaim selama kepemimpinan Irna Narulita, target pembangunan di RPJMD telah mencapai target. “Tetapi di sisi lain tidak mencapai target apa yang ibu (bupati) disampaikan di lapangan, mana yang sudah sampai dan tidak. Itu tolak ukurnya, tetapi secara umum, bisa dilihat. Alhamdulillah, Ibu dalam pelayanan dan yang lain Ibu tengah fokus,” jelasnya.
Terkendalanya pembangunan di segala bidang di Pandeglang menurutnya, karena kemampuan anggaran yang kecil. Sehingga Pemkab Pandeglang sempat merubah target RPJMD. Untuk Pandeglang lebih baik katanya lagi, dibutuhkan pula partisipasi dan pengawasan dari masyarakat untuk membangun daerah.
Apa yang dikerjakan Pemkab saat ini, ungkap Ferry, adalah rencana pembangunan yang sudah tertuang dalam RPJMD serta didukung oleh program yang dilaksanakan oleh satuan kerja atau OPD yang didanai APBD. “Kalau ditanya program kerja apa yang sudah dilaksanakan, pertama melaksanakan program kerja yang sudah tertuang dalam program rencana kerja tahunan. Sudah melakukan program kerja yang tertuang di rencana kerja tahunan,” klaimnya.
Kaitan dengan pejabat yang memiliki inovasi, kata Ferry, hal itu variatif. Terpenting para pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak melakukan pelanggaran. “Kalau mana yang berinovasi, Ibu (bupati) yang bisa menilai. Tapi secara maksimal sudah kita lakukan dengan baik dan ikhlas,” tandasnya. (nipal)