SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Angka penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Pandeglang semakin meningkat pesat. Bahkan, cluster perkantoran atau di lingkungan Pemkab Pandeglang meningkat. Terhitung dalam satu minggu, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif Covid-19 mencapai 17 orang.
Untuk jumlah total yang positif Covid-19 saat ini (Minggu, 20/9), tercatat oleh Tim Gugus Tugas Terpadu Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang, ada sebanyak 91 Kasus Konfirmasi (KK). Terdiri dari selesai dirawat 36 orang, masih diisolasi atau dirawat 50 orang dan meninggal dunia 5 orang, Salah satu yang meninggal merupakan ASN yang bertugas di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Administrasi Sekertariat Daerah (Setda) Pandeglang, Ramadani membenarkan, dari kalangan ASN yang positif Covid-19 ada penambahan. Semula katanya, diketahui hanya ada 7 ASN saja. Namun dalam satu pekan ini, kurang lebih sudah ada sekitar 17 ASN yang terpapar Covid-19.
“Iya nambah lagi, kurang lebih ada sekitar 17 ASN yang terpapar Covid-19. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” ungkap Ramadani saat dihubungi via telepon, Minggu (20/9).
17 ASN yang terkonfirmasi Covid-19 bertugas di 6 Organisasi Prangkat Daerah (OPD) diantaranya, Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Pariwisata, Dinas PUPR dan pegawai kecamatan.
“Penambahan OPD-nya itu DPMPD dan kecamatan saja. Pokoknya pegawai kecamatan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Menurut Ramadani, Pemda Pandeglang saat ini terus melakukan tracking terhadap orang-orang yang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Termasuk melakukan swab tes para ASN di sejumlah OPD.
Dia juga tidak menampik, jika sejauh ini masih ada sejumlah OPD yang belum dilakukan swab test, karena minimnya tenaga medis dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) yang melakukan swab test-nya.
“Belum semua, nanti dilanjut minggu depan. Yang belum itu Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BP2D), Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), BP2KB dan Dinsos nanti bertahap sebab petugas tim medisnya terbatas,” katanya.
Ramadani menegaskan, para ASN di Pandeglang harus menjalani swab test. Jika membandel, maka akan dijemput paksa oleh Satpol PP. Menurutnya, jika swab test tidak tuntas dilakukan, hal itu sangat sulit untuk memutus mata rantai penyebaran.
“Nanti yang tidak diswab, kami jemput sama Satpol PP. Soalnya susah, tidak semua di swab. Nanti gak tuntas dan gak bisa memutus mata rantai penyebaran,” tandasnya.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang, dr. Achmad Sulaeman menambahkan, sejauh ini yang terkonfirmasi Covid-19 semakin meningkat. Bahkan katanya, pada Sabtu (19/9) tercatat ada 86 orang yang KK. Namun hari ini (Minggu) mengalami penambahan sebanyak 5 orang KK.
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
“Jadi jumlah total yang terkonfirmasi saat ini itu ada sebanyak 91 orang. Makanya kami tekankan agar masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Dari 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang ungkapnya, sudah ada sebanyak 10 kecamatan yang jadi zona merah, yakni Cimanggu, Bojong, Saketi, Menes, Kaduhejo, Mekarjaya, Carita, Jiput, Cadasari, dan Majasari.
“Setiap ada yang positif, kecamatan otomatis ditetapkan zona merah. Sekarang ini sudah 10 kecamatan yang zona merah. Dari 10 itu, Kecamatan Majasari masih penyumbang terbanyak kasus konfirmasi,” pungkasnya. (nipal/aditya)























