SATELITNEWS.ID, PANONGAN—Sebuah gudang pabrik almunium, milik PT. Federal Almunium Foil di Kampung Ranca Kebo, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, ludes terbakar api, Sabtu (26/9). Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kerugian akibat insiden ini diduga mencapai Rp1,5 miliar.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Margono Agus menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, yang bernama Adung (60), bahwa asap yang disertai api tiba-tiba saja muncul digudang PT. Federal Almunium Foil. Lanjutnya, saksi yang panik melihat api yang berkobar sangat besar, langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan penjaga pabrik lainnya.
“Api pertama kali dilihat oleh Adung, yang sedang bertugas menjaga pabrik tersebut. Kata saksi, asap yang disertai api tiba-tiba saja muncul,” kata Margono kepada Satelit News, Minggu (27/9).
Menurut Margono, kebakaran itu terjadi pada siang hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Kata dia, Adung dan beberapa temannya langsung melaporkan kebakaran tersebut kepada Pemadam Kebakaran dan Polsek Panongan. Kata dia, sambil menunggu petugas pemadam, Adung dan warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat yang seadanya. Namun api terus membesar.
“Tidak menunggu lama, kami langsung berangkat menuju lokasi dan tiba di sana kurang lebih, 15 menit setelah menerima laporan,” katanya.
Menurut pria yang berkulit coklat tersebut, api yang membakar gudang almunium tersebut sangatlah besar. Sehingga petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan untuk memadamkannya.
Baca Juga: Toko Elektronik Ludes Terbakar di Pondok Aren, Kerugian Ditaksir Capai Rp700 Juta
Katanya, pihaknya membutuhkan waktu 5 jam untuk memadamkan api yang membumbung, menyelimuti gudang almunium itu. “Api berkobar sangat besar. Kita membutuhkan waktu 5 jam untuk memadamkannya,” katanya.
Untuk memadamkan api, pemadam kebakaran menurunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran, dari Pos Tigaraksa, Pos Kelapa Dua, dan Pos Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Margono mengaku, dalam peristiwa kebakaran tersebut, pihak pabrik mengalami kerugian sebesar Rp1,5 miliar. Karena, bangunan gudang mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Korban jiwa dan luka nihil, hanya kerugian materi sekitar Rp1,5 miliar. Penyebabnya masih belum diketahui,” pungkasnya. (alfian/aditya)
