SATELITNEWS.ID, PANONGAN—Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana, menceritakan figur para pendiri Bangsa Indonesia kepada generasi milenial saat sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Wartawan Tangerang di Sport Center Citra Raya, Kecamatan Panongan, Sabtu (3/10).
Ananta Wahana mengatakan, bahwa generasi milenial saat ini banyak yang tidak mengenal secara literasi bagaimana kiprah para pendiri bangsa. Salah satunya Presiden Pertama RI Soekarno atau akrab disebut Bung Karno, dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Padahal di sejumlah negara, nama Bung Karno ini banyak dikenal secara luas. Bahkan diabadikan di beberapa monumen-monumen kenegaraan.
“Indonesia di bawah kepemimpinan Bung Karno, banyak dipertimbangkan oleh negara lain. Namanya juga banyak diabadikan di beberapa jalan negara-negara yang memang menghormati beliau secara pemikiran maupun inspirasinya,” kata Ananta kepada Satelit News, Sabtu (3/10).
Lanjut Ananta, secara ideologis, meskipun Bung Karno dikenal sebagai nasionalis, namun Bapak Pendiri Bangsa ini banyak terinspirasi dengan sejumlah pemikiran-pemikiran tokoh Islam dalam perjuangannya. Bahkan hingga akhir hayatnya, sosok dwitunggal bersama Moh Hatta tersebut selalu dihormati oleh sejumlah kalangan, baik dari golongan kanan, golongan kiri hingga golongan nasionalis.
“Sebelum meninggal, Bung Karno bilang, dia ingin dimakamkan dengan bendera Muhammadiyah di liang kuburnya. Tapi, Bung Karno juga dapat penghargaan tertinggi dari Nahdlatul Ulama. Ini tentu menjadi salah satu kharismanya, bagaimana beliau bisa diberi penghargaan tertinggi oleh dua organisasi Islam terbesar di Indonesia,” ujar Ananta.
Menurut Ananta, dalam sejarah dicatat bahwa Bung Karno pernah diundang oleh negara Super Power kala itu, Uni Soviet. Kala itu, Soekarno siap memenuhi undangan jika persyaratan yang dia ajukan dipenuhi oleh Uni Soviet, yaitu ditemukannya makam Imam Bukhori, perawi atau ahli hadits Rasulullah SAW, yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.
Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Serang Buka Layanan Aku Desa Digital
Setelah ditemukan makam tersebut, yang saat itu kondisinya tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, oleh pemerintah Soviet dibersihkan dan dipugar, yaitu untuk menyambut kedatangan Soekarno. Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.
“Pada saat itu, Bung Karno merangkak menuju makam, lalu memanjatkan doa dan dilanjutkan salat serta membaca Alquran,” ujar Ananta Wahana yang paparannya mengundang perhatian milenial hingga awak media yang hadir di kegiatan tersebut.
Ananta juga mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Bung Karno kepada pemerintah Soviet yang komunis itu, adalah sebagai bentuk kecintaan Sang Plokamator kepada ulama dan Islam. Menurutnya, Bung Karno merupakan seorang pemikir dan pejuang Islam.
“Islam sangat mengakar pada diri Bung Karno. Bahkan pernah menempa ilmu Islam kepada seorang ulama terkemuka, Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, yang merupakan salah satu pemimpin organisasi pertama di Indonesia, yaitu Sarekat Islam. Dan pada tahun 1938-1942 Bung Karno menjadi Ketua Dewan Pengajaran Muhammadiyah Daerah Bengkulu, yaitu ketika dalam pengasingan,” katanya.
Terkait posisi generasi milenial saat ini, Ananta menilai pemahaman kaum milenials terkait Empat Pilar Kebangsaan harus dikuatkan kembali. Pasalnya, generasi muda saat ini terlihat sangat acuh dengan kondisi bangsa. Dia juga mengatakan, sangat miris melihat banyaknya generasi milenial yang tidak hafal dengan dasar negaranya sendiri, yaitu Pancasila.
“Pendidikan Pancasila dalam 4 Pilar Kebangsaan untuk kelompok milenial ini, tentunya jangan hanya diajarkan di sekolah-sekolah saja. Tapi juga seyogyanya harus diiringi dalam kehidupan sehari-harinya,” ucap Ananta.
Baca Juga: Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di TIrtayasa, Muhibbin Usulkan Konsep 5R
Ia pun berharap generasi milenial bisa menjadi garda terdepan dalam menguatkan identitas Bangsa Indonesia tersebut. Terlebih, dalam gempuran perkembangan teknologi dan media sosial, tantangan kaum muda ini kedepannya akan lebih semakin dinamis.
“Empat Pilar Kebangsaan ini tentunya perlu dijelaskan kepada masyarakat secara tuntas, karena sekarang pertempuran pemikiran sudah terjadi, dan banyak ideologi dari negara-negara lain masuk di lini-lini kehidupan kita,” tandasnya.
Ketua panitia Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI Bersama Komunitas Wartawan Tangerang, Fajar Aditya Kusuma menjelaskan, kegiatan ini yang juga diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa ini, tentu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Fajar berharap, digelarnya Sosialisasi Empat Pilar ini, bisa memberikan wawasan kepada masyarakat tentang empat pilar, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945.
“Dan, kita lihat hari ini, ternyata banyak hal yang kita belum tahu terungkap di kegiatan ini. Seperti soal pemikiran Bung Karno tentang Islam dan Pancasila,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























