SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Usai menjani karantina dan swab tes, akhirnya Budi Utama Hakim (24), warga Kampung Pamarayan, Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, yang terlantar di Negara Suriname, diserahkan kepada Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, Ahmad Saepudin mengungkapkan, saat ini (Kamis, 15/10), Budi sudah berada di Pandeglang dan bertemu keluarganya. Bahkan pihaknya langsung menjemputnya ke Serang pada saat diserahterimakan pihak UPT BP2MI Serang.
“Alhamdulillah, Budi sudah diserahterimakan kepada kami oleh pihak BP2MI Serang tadi pagi di Kantor BP2MI. Selaku wakil dari Pemkab Pandeglang, kami mengucapkan terima kasih kepada UPT BP2MI Serang, Pemerintah Daerah dan Pusat, serta anggota DPR RI yang telah membantu kepulangan Budi yang sempat viral di media sosial terkait TKI,” kata Saepudin saat ditemui di Pandeglang, Kamis (15/10).
Adanya kejadian seperti itu, dia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang yang hendak bekerja di luar negeri menjadi TKI, agar datang terlebih dahulu ke Disnakertrans Pandeglang. Hal tersebut menurutnya sangat penting, agar Disnakertrans memberikan arahan dan memfasilitasi calon TKI, serta dapat memilih perusahaan yang tidak bodong atau terdata dan bekerjasama dengan Disnakertrans.
“Saya imbau dan harapkan kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang, ketika ingin menjadi TKI diharuskan untuk datang ke Disnakertrans. Hal itu supaya kami bisa memberikan masukan, perusahaan mana yang ilegal dan tidak ilegal, supaya saat bekerja di luar negeri tidak ada hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Kabupaten Pandeglang yang seperti Budi di negara lain. Meskipun, menurut data lebih banyak yang mendaftar secara prosedural dibandingkan non prosedural.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
“Kalau kami lihat dari data yang berangkat secara prosedural dan yang berangkat non prosedural, lebih banyak yang prosedural. Ya kami khawatirkan masih banyak “Budi-Budi” di luar sana. Kami harapkan masyarakat Pandeglang yang ingin berangkat menjadi TKI mengikuti secara prosedural,” tandasnya.
Terpisah, Kepala UPT BP2MI Serang, Lismia Elita mengatakan, pihaknya tak menemukan kesulitan saat menjemput Budi. Karena di bandara sudah ada para petugasnya yang sigap menangani kasus tersebut.
“Di bandara ada petugas kami yang disiapkan selama 24 jam setiap harinya. Jadi kalau ada kasus seperti Budi ini, langsung sigap menanganinya. Jadi pada saat mengurus kepulangan Budi, kami tak menemukan kendala,” klaimnya.
Namun walau demikian, kata dia, Budi tak bisa langsung dibawa ke Banten. Karena harus memenuhi pemeriksaan kesehatan, khususnya Covid-19 terlebih dahulu di Wisma Atlit Jakarta.
“Jadi dari bandara lansung dibawa ke Wisma Atlit untuk menjalani swab test dan karantina telebih dahulu. Selama sekitar tiga hari, baru kami fasilitasi untuk istirahat dan langsung dibawa pulang ke sini (Serang),” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Budi Utama Hakim (24), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pandeglang yang terlantar di Negara Suriname, berhasil dipulangkan kembali ke tanah air bersama 14 TKI dari berbagai daerah lainnya.
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
Kepulangan Budi yang diketahui tertipu agen perusahaan penyalur TKI Ilegal ini, tak lepas dari peran tokoh perempuan Pandeglang Irna Narulita bersama dengan anaknya, Rizki Natakusuma yang juga Anggota Komisi I DPR RI. Termasuk dukungan masyarakat, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda). (nipal/aditya)
























