Jumat, 15 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Banten Region

Mahasiswa Banten Demo Tolak Omnibus Law

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 13 Feb 2020 14:37 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Serang, Kota Serang
Mahasiswa Banten Demo Tolak Omnibus Law

MAHASISWA BANTEN TOLAK OMNIBUS LAW: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMB (Persatuan Mahasiswa Banten) saat menggelar aksi di perempatan lampu merah Ciceri, Kota Serang, Rabu (12/2). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan serta mendesak pemerintah untuk menghentikan rencana pencabutan subsidi sosial, menurunkan harga kebutuhan pokok serta membatalkan rencana pengesahan RUU Omnibus Law. (DZIKI/BNN)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERANG—Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Banten (PMB) menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Mereka menilai kebijakan itu dapat menyengsarakan masyarakat.

Aksi yang digelar di lampu merah Ciceri tersebut sempat menutup satu ruas jalan. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena massa aksi langsung membentuk lingkaran di perempatan lampu merah Ciceri.

Humas aksi, Ishaq Paukoma, menuturkan bahwa Omnibus Law dibuat hanya untuk menyelamatkan para pengusaha bermodal besar saja. Sebab menurutnya, mereka mengalami krisis karena perang dagang antara Amerika dengan Cina.

“Neraca perdagangan Indonesia juga jebol akibat tindakan proteksionis dari Amerika dan Cina. Akibatnya pertumbuhan ekonomi lesu dan stagnan di angka 5 persen,” ujarnya di sela aksi, Rabu (12/2).

Ia mengatakan, satuan tugas (Satgas) pembentukan Omnibus Law didominasi oleh para politikus dan pengusaha bermodal besar. Sementara, keterlibatan publik sangat minim. Menurutnya hal itu membuktikan Omnibus Law merupakan kebijakan demi kepentingan pemodal.

“Dari sini sudah jelas aspek partisipasi publik dalam rancangan Omnibus Law tidak ada. Karena dalam pembentukannya tidak melibatkan mereka yang terdampak regulasi tersebut,” ucapnya.

BeritaTerbaru

IMG_20260513_192234

Gubernur Banten Ajak Warga Perkuat Gerakan Indonesia ASRI

Rabu, 13 Mei 2026 19:25 WIB
IMG_20260513_164935

Open Bidding Pemprov Banten Dibuka, 308 Barang Inventaris Kantor Resmi Dilelang

Rabu, 13 Mei 2026 16:55 WIB
IMG_20260513_162637

Isu Titip Jabatan ASN di Lingkup Pemprov Banten, Begini Komentar Pengamat

Rabu, 13 Mei 2026 16:30 WIB
IMG_20260513_135759

Pelaku Tabrakan Maut di SDN Sukaratu 5 Masih Jabat Kepala DPMPTSP Pandeglang, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 13 Mei 2026 14:01 WIB

Ia menyebutkan terdapat beberapa kelas masyarakat yang terdampak oleh kebijakan Omnibus Law. Diantaranya yaitu buruh dan masyarakat adat serta petani.

“Untuk buruh, Jokowi dengan bangganya memperkenalkan konsep ‘mudah merekrut, mudah memecat’ dengan dalih menggenjot investasi. Sementara berkaitan pesangon dan jaminan kerja pun dikurangi drastis. Ini sangat merugikan buruh,” tegasnya.

Sementara bagi masyarakat adat dan petani, ia menjelaskan Omnibus Law memberikan kemudahan bagi investor agar tidak perlu repot mengurus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Dengan demikian, kerusakan lingkungan hidup akan semakin terjadi. Sementara para pengusaha besar pun dipermudah untuk menguasai lahan hingga puluhan tahun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menuturkan bahwa PMB dengan tegas akan menolak kebijakan Omnibus Law RUU Cilaka. Karena menurutnya, kebijakan tersebut hanya mengilusi masyarakat, padahal membuat sengsara.

“Sekali lagi, Omnibus Law RUU Cilaka adalah sebenar-benarnya celaka bagi rakyat. Maka kami mengajak seluruh masyarakat untuk menolak kebijakan tersebut,” tandasnya. (dzh/bnn)

Tags: Bantendemogubernur wahidinmahasiswaomnibus law
Share1TweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260513_130127
Banten Region

SMA CMBBS Disiapkan Jadi Percontohan Kurikulum Cambridge

Rabu, 13 Mei 2026 13:04 WIB
IMG_20260513_095131
Banten Region

Praktik “Titip Jabatan” Disebut Masih Terjadi, Penerapan Manajemen Talenta Dipersoalkan

Rabu, 13 Mei 2026 09:57 WIB
Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak
Banten Region

Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Selasa, 12 Mei 2026 19:20 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Wabup Iing Dorong Pemerintahan Kecamatan Aktif Gali Potensi

Selasa, 12 Mei 2026 18:35 WIB
Korban perilaku kekerasan sang kekasih, berinisial B. (ISTIMEWA)
Banten Region

Seorang Gadis Di Pandeglang Diduga Menjadi Korban Kekerasan Kekasihnya Sendiri

Selasa, 12 Mei 2026 18:32 WIB
Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu
Banten Region

Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu

Selasa, 12 Mei 2026 18:29 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Duh, Kabel Sinyal Sensor Kereta di Stasiun Daru Hilang Dicuri

Duh, Kabel Sinyal Sensor Kereta di Stasiun Daru Hilang Dicuri

Sabtu, 9 Mei 2026 10:43 WIB
IMG-20260508-WA0039

Modus Gandakan Uang, Eyang Sapu Jagad Lecehkan Lansia di Pamulang

Jumat, 8 Mei 2026 17:53 WIB
Ketua DPW PAN Provinsi Banten, Irna Narulita. (ISTIMEWA)

Gelar Pelantikan dan Rakerwil, Irna: PAN Solid Menuju 3 Besar di Banten

Jumat, 8 Mei 2026 10:23 WIB
Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Selasa, 12 Mei 2026 19:40 WIB
IMG_20260510_094545

Kontes Ikan Mas Koki EGC 2026 Perebutkan Hadiah Rp250 Juta

Minggu, 10 Mei 2026 09:48 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.