SATELITNEWS.ID, MALINGPING—Apud (17) santri asal Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, yang dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Cilangkahan, Lebak, ditemukan sudah tidak bernyawa. Korban pun sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan.
Camat Malingping, Cece Saputra saat dihubungi melelui telepon selulernya mengatakan, jasad Apud ditemukan sekitar 2,2 Kilometer dari lokasi kejadian bersama dua temannya di Kampung Gembrong, Desa Pagelaran, Malingping, Minggu (06/12).
“Ditemukan Selasa (08/12) oleh petani yang sedang memasang jaring. Korban ditemukan tersangkut di pinggir sungai, kondisinya masih utuh,” ujar Cece, kemarin.
Jasad Apud, setelah dievakuasi, kemudian terlebih dahulu dibawa ke pondok pesantren tempatnya menimba ilmu untuk dibersihkan kemudian disalatkan. “Dibawa ke Pesantren Darul Ulum untuk dimandikan dan disalatakan kemudian dibawa ke rumah duka di Pandeglang,” kata Cece.
Ketua Balawista Lebak, Mumu Mahpudin membenarkan jasad santri yang hanyut sudah ditemukan. Menurut Mumu, berdasarkan laporan sebelumnya korban bersama dua temannya terseret arus Sungai Cilangkahan yang tiba-tiba saja meluap. Dua temannya berhasil menyelamatkan diri, namun sayang Apud terus terseret arus sungai. Hingga dua hari berselang, Apud baru ditemukan dengan keadaan meninggal dunia. “Betul sudah ditemukan, korban pun sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya.(mulyana/made)
























