SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Walau kondisi pandemi Covid-19 dan hujan terus mengguyur di pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, tidak menyurutkan semangat warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilihnya di pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Rabu (9/12). Geliat warga itu salah satunya tampak di TPS Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Tepatnya di TPS 12, Kampung Cigadung RT 001/006, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung.
Awalnya, saat hujan masih mengguyur TPS, warga yang berdatangan ke TPS tidak begitu ramai. Hanya sekitar 3-5 orang. Namun ketika hujan reda, warga berbondong-bondong menyambangi TPS. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun memandu warga dengan tertib, agar mematuhi protokol kesehatan (Protokes). Salah satunya menerapkan 3M (Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak).
Kondisi semakin mudah, karena sudah disiapkan semua fasilitas Protokes tersebut. Bahkan para petugas KPPS pun telah menerapkan 3M, dengan fasilitas lengkap, baik mengunakan masker, sarung tangan, face shield atau pelindung wajah dan lainnya.
Bahkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang terlihat mengenakan kerudung putih, kemeja putih, celana hitam dan bermasker, sekitar pukul 10.33 WIB mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya, sebagai salah seorang warga Kampung Cigadung dari jumlah total data pemilih di TPS 12 sebanyak 485.
Bupati yang juga tercatat sebagai calon Bupati nomor urut satu ini, terlihat kompak dengan warganya dengan benar-benar menerapkan Protokes saat menyalurkan hak suaranya.
Seorang warga, Dodi menyatakan, sudah menjadi kewajiban warga negara yang baik harus ikut serta dalam pemilihan Bupati dan Wabup Pandeglang. Makanya, walau kondisi sedang pandemic Covid-19 dan cuaca hujan rintik-rintik, dia bersama istrinya mendatangi TPS untuk mencoblos pilihannya.
Baca Juga: Gelar Pelantikan dan Rakerwil, Irna: PAN Solid Menuju 3 Besar di Banten
“Walau masih Covid-19 dan hujan, ini kan hajat kita bersama, mau tidak mau ya harus memilih. Kan yang penting pakai masker, jaga jarak, lalu cuci tangan agar terhindar Covid-19,” kata Dodi usai memilih di TPS 12, Rabu (9/12).
Sementara itu, Camat Karangtanjung, Nenenk Nuraeni mengklaim, sebelum diselenggarakannya Pilkada hingga jelang pencoblosan, pihaknya terus menggencarkan agar warga mematuhi Protokes dengan menerapkan 3M.
“Wilayah kami kan awal mulanya zona merah, makanya kami gencarkan dari sebelum sampai Pilkada dilaksanakan agar masyarakat menerapkan 3M. Baik pada saat beraktivitas sehari-hari maupun waktu datang ke TPS,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga terus menerus mengajak masyarakat agar datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya dengan menerapkan 3M. Sebab, pihaknya telah menargetkan partisipasi pemilih di wilayahnya 70 persen.
“Kami gencarkan juga ajakan memilih, karena kami targetkan partisipasinya di Kecamatan Karangtanjung sekitar 70 persen. Alhamdulillah, pada saat saya pantau ke TPS-TPS, antusias masyarakat datang ke TPS bagus,” pungkasnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, laporan yang diterimanya dari jajarannya yang melakukan pemantauan, masyarakat benar-benar antusias datang ke TPS dan menerapkan Protokes.
Baca Juga: Irna Tegaskan Dirinya Siap Terus Berkontribusi Untuk Perkembangan Pandeglang
“Tadi ibu bareng masyarakat memilih, antusiasnya baik dan benar-benar mematuhi Protokes serta fasilitas di TPS cukup baik. Begitu juga laporan dari jajaran sementara ini antusias masyarkat di wilayah lainnya cukup baik,” katanya.
Menurutnya, Pemkab Pandeglang juga terus membatu jalannya Pilkada berjalan lancar dan aman, terutama soal menggejot partisipasi pemilih. Maka dari itulah dia berharap partisipasinya dapat mencapai 75 persen.
“Sosialisasi kami bantu maksimal, karena ini hajat kita bersama. Yakin untuk partisipasinya baik, walau di tengah kesulitan bencana Covid-19 dan banjir. Semoga bisa menjadi contoh untuk Kabupaten/ Kota lain yang sedang menyelenggarakan Pilkada serentak,” tandasnya. (nipal/aditya)
























