SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Sebelum melakukan pencoblosan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), kedua Calon Bupati (Cabup) Pandeglang melakukan hal-hal yang berbeda.
Untuk Cabup Pandeglang nomor urut satu, Irna Narulita terlebih dahulu melakukan dzikir dan ziarah ke pemakaman sang ayah mertua, serta meminta doa kepada suaminya Raden Achmad Dimyati Natakusumah.
Setelah itu, Irna tanpa didampingi sang suami dan anak-anaknya, langsung mendatangi TPS 12 di Kampung Cigadung RT 001/006, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya dengan berjalan kaki.
Sementara menurut informasi dihimpun, Cabup Bupati Pandegelang nomor urut dua, Thoni Fathoni Mukson didampingi sang istri Sri Widayati dan kedua anaknya, terlebih dahulu melakukan sungkeman kepada ibundanya. Usai itu, barulah mendatangi bergegas ke TPS 02 di Kampung Makui Jaya, Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan. Thoni datang ke TPS bersama istri dan kedua anaknya. Mereka kompak mengenakan pakaian hitam putih dan langsung masuk ke dalam TPS.
Cabup Bupati nomor urut satu, Irna Narulita mengaku, sebelum mendatangi TPS, terlebih dahulu dia melakukan dzikir, berdoa dan ziarah kepada ayah mertuanya, yang berlokasi tak jauh dari kediamannya.
“Jadi ibu tadi ziarah dulu ke bapak mertua dan terlebih dahulu menyelesaikan amalan yang diberikan alim ulama. Dan ibu harus keluar jam 10.00 WIB, ya izin keluarnya dari suami jam 10.00 WIB,” kata Irna, usai melakukan pemilihan, Rabu (9/10).
Baca Juga: Protokol Kesehatan Makin Direlaksasi, Masker Tak Lagi Wajib
Irna mengaku harus keluar jam 10.00 WIB atas izin suaminya, karena ia dipinta menyelesaikan amal-amalannya hingga tuntas.
“Ibu mau berangkat jam 08.00 WIB, tapi izin suami bilang jam 10 ya mi (sebut Dimyati ke Irna), selesaikan amalanmu, jangan sepotong-sepotong. Kalau kerja katanya, harus tuntas, ke masyarakat tuntas, masa ke Allah tidak tuntas. Itulah pesan dan izin suami, insyaAllah memudahkan segala urusan kita,” jelas cerita ibu pemilik tiga anak ini.
Dia juga mengaku, semua ikhtiar sudah disempurnakan dan dimaksimalkan. Saat ini ia mengaku tinggal berserah diri kepada Allah SWT, dan berdoa karena niatnya untuk menyempurnakan ikhtiar.
“Tawakaltualallah, karena kan niat kita untuk menyempurnakan ikhtiar dan pastinya sunatullah ibu (Irna menyebut dirinya) harus optimis, karena niat ibu ibadah. Ibu harus yakin karena sebagai umat muslim harus yakin akan pertolong Allah,” tandasnya.
Sementara itu, Cabup nomor urut dua, Thoni menyatakan, hari ini (Rabu) ada penentuan dan akhir dari perjuangannya setelah bekerja keras dengan tim dan menyerap aspirasi masyarakat. Kata dia, Rabu kemarin bisa dijadikan tolak ukur harapan masyarakat yang ingin mengharapkan ada perbaikan di berbagai bidang.
“Saya kira, ini akhir dari akhir pergerakan dan akhir perjuangan banyak masyarakat yang menyampaikan tentang perubahan, tentang pembangunan, terutama infrastruktur jalan dan jembatan dan saya kira alat ukurnya hari ini (kemarin, red),” katanya.
Baca Juga: Boson Indonesia Edukasi Pengunjung GIIAS 2021 Pentingnya Gunakan Masker
Thoni sempat menyinggung soal kinerja petahana yakni pasangan Irna Narulita-Tanto Warsono Arban. Dia berharap tidak ada kecurangan untuk melanggengkan kekuasaannya dalam lima tahun kedepan.
“Kalau petahana dianggap tidak menghasilkan apa-apa, kita berharap tidak ada intrik politik uang apapun, untuk menentukan pimpinan di Pandeglang kedepan. Jangan sampai 5 tahun kedepan harapan kita semua gugur, hanya kepentingan kepentingan sesaat,” tegas Thoni.
Thoni menilai pencoblosan di masa pandemi Covid-19, wajib menerapkan protokol kesehatan. Dia mengapresiasi kepada penyelenggara sehingga pencoblosan di Pilkada Pandeglang bisa berjalan lancar.
“Saya kira protokol kesehatan itu wajib diselenggarakan dan Alhamdulillah, saya nyoblos di TPS 01, ternyata memang sudah mengikuti Protokol kesehatan dan salut terhadap temen-temen TPS. Termasuk dengan KPU, mudah-mudahan sukses di tempat lain juga seperti di TPS 1,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























