SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk perbaikan jalan rusak di Kota Tangerang jauh dari harapan. Pemkot Tangerang hanya mendapatkan Rp 2 miliar dari DAK yang diajukan yakni sebesar Rp 64,17 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Decky Priambodo. Padahal, kata dia, DAK tersebut bakal dipergunakan untuk perbaikan Jalan rusak yang terdampak dari aktivitas Proyek Strategi Nasional (PSN). Seperti, akibat dari pembangunan perluasan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno- Hatta, Jakarta Outer Ring Road (JORR). Hingga pengembangan wilayah utara Tangerang.
“Dengan pagu yang 68 miliar itu teryata baru diapprove (disetujui) Rp 2 miliar, dari 3 ruas jalan itu kita lihat akhirnya mana yang bisa kita eksekusi dengan Rp 2 miliar,” ujarnya kepada Satelit News, Rabu, (09/12).
Ada tiga ruas jalan yang rusak parah karena terdampak aktivitas PSN. Diantaranya, Jalan Marsekal Suryadarma dan Juanda di Neglasari, serta Garuda di Batuceper. “Intinya ajuan kita yang Rp 68 miliar itu sebenernyanya ruas jalan kota yang terdampak PSN entah itu JORR II entah itu pembangunan bandara yang mereka itu angkutan materialnya melintas jalan di Kota Tangerang,” jelas Decky.
Decky mengatakan, DAK merupakan wewenang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara terkait dengan program yakni wewenang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kemen PUPR.
Dari informasi yang dia peroleh DAK untuk Kota Tangerang hanya cair Rp 2 miliar lantaran Kemenkeu ingin mendistribusikan anggaran negara secara merata ke daerah. Jadi setiap wilayah terdapat macam-macam alokasi dana seperti DAK dan dana insentif. Menurutnya, bila DAK yang diperoleh renda ada kemungkinan kalau alokasi dana lainnya lebih besar.
Baca Juga: Kemenkeu Salurkan TKD Tanpa Syarat bagi Daerah Terdampak Bencana
“Jadi Kemenkeu yang dilihat bagaimana keuangan negara bisa terdistribusi secara merata , jadi yang dilihat nilai totalnya mungkin DAK rendah tapi Dana Alokasi Umum (DAU) lebih besar, dana intensif daerah besar jadi setelah di total-total memang kita sudah di atas rata rata itu kemungkinan,” kata Decky.
Kendati demikian, kata Decky pihaknya tak patah semangat untuk terus mengupayakan agar jalan rusak yang terdampak PSN di Kota Tangerang dapat diperbaiki dengan anggaran dari pemerintah pusat. “Nah itu yang sementara saya dapat jawaban dari pusat tapi kita tetap usahakan. Dana Rp 2 miliar itu kita anggap sebagai pancingan kalau pemerintah pusat masih punya utang gitu,” imbuhnya.
Dari DAK yang diperoleh tersebut kata Decky pihaknya akan tetap memperbaiki jalan yang rusak. Dari tiga ruas jalan PUPR Kota Tangerang memilih Jalan Marskal Suryadarma untuk diperbaiki dari DAK Rp 2 miliar. Sementara, Jalan Garuda dan Juanda perbaikannya ditunda.
“Yang kita eksekusi dengan Rp 2 miliar Jalan Suryadarma karena kerusakannya tidak terlalu parah jadi bisa kita tangani. Kalau yang Jalan Garuda dan Juanda itu susah dengan Rp 2 miliar. Dua jalan itu over lapping kita tunda dulu,” tuturnya.
Namun, demikian Pemkota Tangerang kata Decky tak melulu mengandalkan DAK untuk memperbaiki dua ruas jalan tersebut. Pihaknya tetap berupaya jalan dapat diperbaiki dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Skema itu masih kita pikirkan tidak mungkin jalan itu dibiarkan rusak. 2021 ada rencana membangun stadion Tangerang Ayo. Kalo dibangun nggak mungkin jalannya rusak. Kita coba dorong mungkin gak itu pakai APBD?” jelasnya.
Baca Juga: Kemenkeu Buka Seleksi PPPK, Ada Formasi untuk Disabilitas
Diketahui sebelumnya dari DAK yang diajukan Rp 68,17 miliar rencananya untuk perbaikan tiga ruas Jalan di Kota Tangerang. Yakni, jalan Marsekal Suryadarma sebesar Rp 14,51 miliar, Jalan Garuda Rp 19, 26 miliar dan Jalan Ir Juanda Rp 34,4 miliar.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah pihaknya tetap akan mengupayakan agar jalan yang terdampak PSN tetap difasilitasi oleh pemerintah pusat. “Jalan besar dampak JORR saya sudah minta Menteri PU agar dikerjakan cuma dianggarkan Rp 2 miliar dari Rp 64 miliar saya minta lagi untuk bisa diselesaikan,” pungkasnya. (irfan/made)
























