SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengklaim, jumlah pemeriksaan tes usap atau swab test Covid-19 di Lebak telah mencapai target, sesuai standar organisasi kesehatan dunia atau WHO, yakni satu persen dari jumlah populasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memang gencar melakukan tes usap, baik guna kepentingan skrining maupu tracing untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Walaupun telah mencapai target sesuai standar WHO, bukan berarti tes berhenti. Pemeriksaan terus dilakukan, dan nanti terlihat kecamatan mana yang belum mencapai target sesuai WHO,” kata Kepala Dinkes Lebak, Triyatno Supiyono, Senin (14/12).
Katanya, dalam kegiatan pemeriksaan tes usap baik skrining maupun tracing telah mencapai enam ribu diantaranya dilakukan pasca libur panjang akhir bulan Oktober 2020 lalu. “Semakin banyak swab test dilakukan, maka semakin banyak kita tahu tingkat penyebaran dan penanganan bisa semakin maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Triyatno menuturkan, Pemkab Lebak terus menggenjot 3T (Tracing, Testing dan Treadment), sebagai upaya percepatan penanganan. “Salah satu treadment adalah, sekarang ini rumah sakit kita tidak hanya merawat suspek, tetapi juga sudah merawat pasien positif dengan gejala sedang,” ujarnya.
Juru bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah menambahkan sekaligus meminta kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M).
“Intinya harus tetap meningkatkan protokol kesehatan, agar penyebaran Covid-19 bisa diputus,” pungkasnya. (mulyana/mardiana)
Baca Juga: PR Besar untuk Dinkes Pandeglang, ODF Tencapai 54 Persen dari Target 80 Persen
