SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Banten mengintip kesempatan meraih medali emas tambahan di ajang PON XX Papua. Porlasi berharap para atletnya mampu melebihi perolehan medali pada PON XIX Jawa Barat tahun 2016 lalu.
Porlasi mengandalkan Ratiah dari nomor RSX windsurfing putrid. Selain itu ada beberapa andalan baru seperti Dexy Priany di nomor RS One windsurfing putra dan juga pada duo Wardojo yakni Kirana Wardojo yang bertarung di Laser Radial serta Gregory Roger Wardojo yang berduet dengan Haikal Yaqzan di nomor international 420.
Dari duo Wardojo sejauh ini nama Kirana paling punya kans besar meraih medali emas di PON XX. Pasalnya, Kirana merupakan peraih medali perak pada PON XIX 2016 saat tampil membela Jawa Barat.
“Secara persaingan saya siap untuk bisa mewujudkan medali emas buat Banten, karena lawan yang saya hadapi merupakan atlet Jawa Barat yang menjadi lawan latihan saya di Pelatda. Tapi, saat ini saya ingin fokus dalam latihan tanpa memikirkan persaingan lebih dulu,” ucap Kirana yang pernah berlaga di Olimpiade Remaja di Nanjing, China tahun 2014.
Hal serupa dikemukakan Roger yang akan berlaga dengan Haikal Yaqzan di nomor International 420, sejauh ini dirinya fokus untuk memperdalam kemampuan layar baik teknik maupun fisik. Dari jadwal latihan yang dilakukan selama sepekan, Roger memilih menempa fisik pada saat latihan kering dengan menggunakan simulator hiking dan fitnes.
“Kalau akhir pekan kami latihan teknik dengan berlatih di Ancol, kita evaluasi hasil latihan teknik sebelumnya serta beradaptasi dengan cuaca dan angin yang ada,” ujar Roger.
Meski rutin menjalani latihan, namun keduanya menemui kendala untuk bisa berlatih secara maksimal. Terkait Kirana, kendala yang dihadapi dara kelahiran tahun 1999 adalah perahu yang digunakan mengalami kerusakan yakni bocor.
“Bocornya sekarang ini cukup mengganggu fokus saat latihan, meski saya tetap maksimalkan latihan tapi saya rasakan hasilnya kurang optimal. Saya butuh perahu yang lebih layak untuk latihan,” keluhnya.
Sementara Roger menghadapi kendala jadwal latihan dengan rekan satu perahunya yang sangat minim. Dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini sulit keduanya berlatih bersama di satu tempat karena Haikal merupakan atlet asal Kota Cilegon. (jpg/gatot)