SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Para pemuda Desa Citereup, Kecamatan Panimbang, yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdaris) Putri Gundul dan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Liwungan Berkah, tengah membuat tempat wisata baru.
Wisata baru hasil swadaya bersama masyarakat Desa Citereup itu, dinamai Lembur Mangrove Patikang, dan lokasinya di wilayah Buffer Zone Kawasan Ekonimi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Ketua Pokdarwis Putri Gundul Citeureup, Deden Sudiana mengungkapkan, wisata yang memanfaatkan hutan mangrove itu masih dalam tahap pengembangan dan belum resmi dibuka. Meski demikian katanya, destinasi itu sudah ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan mangrove.
“Setiap hari ada saja yang berkunjung. Pengunjung ada yang dari Depok, Bogor, hingga Bandung. Kalau pengunjung lokal paling daerah sini saja,” kata Deden, Minggu (27/12).
Deden menjelaskan, lembur wisata mangrove itu memiliki beberapa spot destinasi, seperti Canoeing, Sepeda Air, Selfie Booth dan Jembatan Kilapis. Untuk menikmati spot tersebut, para pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp5 ribu.
“Untuk saat ini, masuknya belum dikenakan tarif, karena belum resmi dibuka. Tapi kalau mau menikmati canoeing dan sepeda air itu bayar Rp5 ribu, itu pun uangnya untuk perawatan,” jelasnya.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Ketua Desa Wisata Citeureup, Engkos Kosasih menambahkan, Lembur Mangrove Patikang memiliki potensi alami yang dapat dikelola menjadi destinasi wisata berbasis edukasi. Sehingga Desa Wisata yang merupakan unit usaha dari Bumdes Liwungan Berkah, meminta agar masyarakat mampu mengelolanya dengan baik.
“Lembur Mangrove Patikang memiliki berbagai jenis Mangrove yang tumbuh secara alami. Sehingga peluang Lembur Mangrove menjadi wisata edukasi sangat besar, tinggal pengelolaanya saja,” katanya.
Menurut Engkos, Lembur Wisata Mangrove juga akan dipadukan dengan wisata budaya, atraksi dan kuliner. Karena ketiga destinasi tersebut ada di Desa Citeureup, seperti Pencak Silat, Debus, Tari Rengkong, Atraksi “Ngerok Beton” tanam mangrove lomba bobolodog, serta kuliner khas Lembur Mangrove yaitu dodol dan jus Mangrove.
“Masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan beberapa destinasi wisata tersebut. Jika itu berjalan, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata,” tandasnya. (nipal/aditya)
