Rabu, 9 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Datangi Crisis Centre, Keluarga Bawa Foto Korban Pesawat SJ182

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 11 Jan 2021 12:49 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Datangi Crisis Centre, Keluarga Bawa Foto Korban Pesawat SJ182

BAWA FOTO: Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak mendatangi Bandara Soekarno-Hatta dengan membawa foto korban, Minggu (10/1). (IRFAN MAULANA/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, BANDARA—Anggota keluarga dan sanak saudara penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak berbondong-bondong mendatangi posko krisis di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (10/1). Mereka membawa data diri termasuk foto serta dokumen yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi para korban pesawat yang jatuh di kawasan Kepulauan Seribu Jakarta, Sabtu (9/1) lalu itu.

Rasa haru dan isak tangis pecah di posko krisis tersebut. Keluarga korban masih kaget dan terkejut dengan tragedi itu.

Ebta adalah salah-satunya. Dia memiliki saudara sepupu yang berada di dalam pesawat naas tersebut. Sepupu Ebta yang menjadi korban bernama Rizky Wahyudi.

Ebta menjelaskan, tak lama sebelum kejadian dia sempat berkomunikasi dengan korban. Namun, alangkah terkejutnya dia tatkala mengetahui pesawat yang ditumpangi Rizky itu telah hilang kontak. Yang kemudian ikuti kabar pesawat tersebut jatuh disekitaran Kepulauan Seribu.

“Dengan korban kita komunikasi siang, pas mau berangkat ke sini (bandara). Dia bilang dia udah berangkat di Bandara. Tadinya kita mau anter,” kata Ebta, Minggu (10/1).

Rizky merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia bertugas di Pontianak, Kalimantan Barat. Kala itu, kata Ebta, Rizky berniat menjemput keluarganya yang terdiri dari istri, ibu dan dua anaknya untuk dibawa ke Pontianak.

Baca Juga: Pesawat TNI AU Jatuh di Bogor, Marsma Fajar Meninggal Dunia

Nahas, niat tersebut tak kesampaian. Rizky beserta keluarga malah menjadi korban jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi.

“Jadi beberapa bulan lalu karena tugasnya di Pontianak, (Meninggalkan) istrinya (yang sedang) hamil. Jadi istrinya melahirkan di Palembang. Nah ini kebetulan dia mau jemput anak sama istrinya buat diajak ke Pontianak,” kata Ebta.

BeritaTerbaru

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta

YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta

Selasa, 8 Sep 2026 20:53 WIB
Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Selasa, 8 Sep 2026 20:47 WIB
48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

Selasa, 8 Sep 2026 20:25 WIB

Pria 40 tahun itu membawa lengkap identitas Rizky dan keluarga saat mendatangi crisis centre. Kemungkinan kata Ebta semua korban akan dibawa ke RS Polri, Jakarta Timur.

“(Saya membawa) kartu keluarga, dan identitas pendukung lainnya. Iya (RS Polri) kemungkinan kesana nanti,”ujar Ebta.

Duka mendalam juga dirasakan oleh Nania, adik kandung dari korban yang bernama Rahmania. Nania berusaha nampak tegar namun dia tak dapat menutupi kesedihannya. Ketika mendapat kabar pesawat yang ditumpangi kakaknya jatuh, Nania langsung pergi dari Bali menuju Bandara Soetta.

“Ini saya langsung terbang dari Bali, karena kemarin keluarga yang mengurus di sini diminta untuk menghadirkan keluarga kandungnya,” ujarnya sembari menahan sedih.

Baca Juga: Sidak di Bandara, Ombudsman Temukan Diskresi

Saat itu, Nania datang sendiri sebagai perwakilan keluarga kandung untuk mengurus data yang dibutuhkan. Beruntung, dia langsung dibantu petugas di posko crisis center setelah sempat kebingungan.

“Petugas minta memberitahukan ciri- ciri fisik. Data-data, sekarang disuruh tunggu. Harapan semoga diperlancar prosesnya,” kata dia.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB setelah menit detik lepas landas dari Bandara Soetta.

Kemudian, di hari yang bersamaan pesawat tersebut dikabarkan jatuh dengan ikuti penemuan sejumlah puing-puingnya. Total ada 62 orang yang ada di pesawat tersebut. Terdiri dari 40 penumpang dewasa 7 anak-anak dan 3 bayi. 12 diantaranya merupakan awak pesawat.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soetta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. 1 menit setelahnya melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach.

Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure. Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

Tak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan dan instansi terkait lainnya.

Saat ini, tim penyelamat telah menurunkan sejumah kapal untuk melakukan pertolongan. Yakni kapal dari KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kapal Basarnas yang terdiri dari 3 kapal dan 3 kapal karet dan 2 sea rider. Kemudian kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Lalat, KRI Kurau, KRI Siwar, dan KRI Cut Nyak Dien.

“Mohon doa dari seluruh anggota masyarakat agar semua proses pencarian dan penyelamatan agar berjalan dengan lancar,” tutur Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin.

Menhub Budi menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan arahan langsung untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat tersebut. Saat ini Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan Basarnas, KNKT, TNI-Polri dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya pencarian.

“Untuk itu kami turut prihatin atas kejadian ini,” ujar Budi.

Hingga kemarin, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima tujuh kantong jenazah yang diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Tim DIV berencana mulai melakukan identifikasi jenazah pada hari ini, Senin (11/1).

’’Dapat kami informasikan sampai saat ini tim telah menerima sampel DNA sebanyak 21 sampel, kemudian kantong jenazah tujuh kantong jenazah,’’ kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1).

Kata dia, tim DIV akan mulai bekerja mengidentifikasi potongan tubuh korban besok. Tim akan menyesuaikan jasad korban dengan data-data yang diberikan keluarga korban di posko RS Polri.

’’Mulai besok (Senin, 11/1) tim akan melakukan tugas, melakukan identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut,’’ beber Rusdi.

Sementara itu, dari pengakuan sejumlah nelayan di Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang saat kejadian, mereka mendengarkan bunyi ledakan. Mereka bingung asal ledakan tersebut.

Mulanya mereka berpikir kalau ledakan tersebut bersumber dari petir. Namun, saat itu cuaca sedang cerah.

“Bukan ledakan di udara. Kayaknya itu (pesawat) meledak di air,” ujar salah satu nelayan, Sobirin.

Saat sampai kedaratan kata dia pun terkejut dengan kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak. “Lihat di berita ternyata ada pesawat jatuh,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh nelayan lainnya Soleh. Diakui Soleh dia juga sempat mendengar ledakan. Bahkan keesokan harinya saat dia melaut mendapat kabar kalau rekannya sempat melihat sesosok  jasad mengapung di laut yang diduga korban dari pesawat tersebut.

“Ketemu mayat nelayan di Pulau Lancang. Tapi didiemin aja. Karena kalau nelayan lihat mayat itu pantang. Jadi dibiarin saja sama mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication Sriwijaya Air Ary Mercyanto dalam keterangan resminya mengungkapkan pesawat yang jatuh diawaki oleh 6 kru aktif serta mengangkut 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Selain itu pada penerbangan tersebut juga terdapat 6 awak sebagai penumpang (kru tambahan).

“Sriwijaya Air menyatakan turut prihatin serta menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga dari penumpang serta awak pesawat pada penerbangan SJ-182, agar kiranya terus diberikan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tutur dia.

Pihaknya pun akan terus melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan pencarian bangkai pesawat dan juga para korban. “Kami akan terus memberikan dukungan penuh dan pendampingan bagi keluarga penumpang SJ-182 selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung,” jelasnya.

Sriwijaya Air juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang dalam upaya bersama untuk melakukan proses evakuasi dan investigasi atas pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Guna keperluan komunikasi maka Sriwijaya Air telah menyiapkan Crisis Center/Posko Darurat yang berada di 4 lokasi, yakni Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D (Posko Keluarga) di Koridor dalam dan (Posko Media) di Koridor luar,Bandara Supadio Pontianak, Dermaga II, Jakarta International Container Terminal (JITC) Tanjung Priok dan Posko Antemortem RS POLRI, Kramat Jati, Jakarta Timur. (irfan/jpg/gatot)

Tags: Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)pesawat jatuhPosko Crisis Center SJ 182
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis
Edukasi

40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis

Selasa, 8 Sep 2026 20:12 WIB
Lapangan Basket Ahmad Yani Kota Tangerang Ditutup Sementara
Bola & Sport

Lapangan Basket Ahmad Yani Kota Tangerang Ditutup Sementara

Selasa, 8 Sep 2026 20:01 WIB
Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang
Headline

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam

Selasa, 8 Sep 2026 19:53 WIB
Gubernur Banten Andra Soni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 18:41 WIB
Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun
Kabupaten Tangerang

Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Selasa, 8 Sep 2026 17:54 WIB
Headline

Antisipasi Sisa Abu Vulkanik, PJJ di Tangsel Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 8 Sep 2026 11:09 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 15:57 WIB
Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Jumat, 4 Sep 2026 07:44 WIB
RAPAT KERJA -- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Karang Taruna Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat

Selasa, 8 Sep 2026 16:50 WIB
Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Minggu, 6 Sep 2026 15:02 WIB
Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.