SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Jumlah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu di Kota Tangerang berkurang. Bila pada tahun lalu sebanyak 168.000 warga mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) namun, tahun ini hanya terdapat sekitar 135.583.
“Data itu berkurang makanya kita minta perbaikan sama Kemensosnya,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Suli Rosadi, Kamis, (13/01). Suli mengaku, Dinsos tidak melakukan penambahan maupun pengurangan penerima bantuan. Hanya saja, terjadi perubahan data dari Kemensos. Suli mengaku telah mengajukan penambahan penerima BST.
“Kemarin sudah dibahas ditingkat Jabodetabek. Sistemnya disana (Kemensos) yang harus diperbaiki. Jadi ada yang sebelumnya gak dapet jadi dapet ada juga sebaliknya,” terangnya. Adanya pengurangan data itu, lanjut Suli, tidak megubah jadwal proses penyaluran BST. Kemarin, pembagian dilakukan pada Kecamatan Ciledug dan Karang Tengah. “Habis itu nanti lanjut di Jatiuwung sama Periuk yang belum,” tuturnya.
Meninggal Saat Antre BST
Terpisah, seorang penerima BST dari Rawa Salak RT 002 RW 011 Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug bernama Ngati meninggal dunia saat mengantre pembagian BST. Ngati meninggal setelah sebelumnya sempat tak sadarkan diri sesaat usai terjatuh kala mengantre jatah BST di SMP 3 Tangerang. Ngati sebetulnya langsung dibawa ke Puskesmas Ciledug. Namun, saat diperiksa, Ngati sudah dalam keadaan tak bernyawa lagi.
“Ya, beliau meninggal tadi jam 11.00 WIB pagi jatuh ketika difoto pengambilan uang bansos,” jelas Camat Ciledug Syarifudin, Kamis, (14/01). Syarifudin mengungkapkan, penyebab kematian Ngati karena dirinya sakit. Ngati, diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. “Dia punya riwayat stroke. Dan saat dibawa ke rumah sakit, kata tim puskesmas kena (serangan) jantung katanya,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Kota Tangerang Bisa Sanggah Data Desil Apabila Tak Sesuai
Kendati telah meninggal, hak Ngati kata Syarifudin tetap akan diberikan. BST alan diberikan kepada pihak keluarga rutin berdasarkan peraturan yakni Rp 300 Ribu selama empay bulan. “Saya sudah kunjungi rumah duka dan kami sampaikan turut berduka. Pihak keluarga juga memahami karena itu murni riwayat sakit bukan akibat lain,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana. Dia menuturkan, bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena adanya situasi berdesakan saat proses pengambilan bantuan sosial dari Kementerian Sosial tersebut.
“Enggak ada berdesakan,” ujar Wisnu.
Menurut Wismu, kondisi pembagian BST di tempat kejadian perkara (TKP) dalam kondisi tidak ramai. Para penerima BST, kata dia, sudah memiliki jadwal dan waktu yang ditentukan untuk datang ke lokasi pembagian BST untuk mengambil uang tunai senilai Rp 300 ribu itu. “Sepi saat pembagian BST. Karena pembagian BST sudah dibagi menurut tempat dan jam sudah ditentukan,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan kata Wisnu, pihaknya tak menemukan tanda-tanda kekerasan. Kejadian ini murni karena Ngati memiliki penyakit bawaan. “Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan ditubuh korban tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan dan dugaan kuat korban meninggal dunia dikarenakan sakit,” pungkasnya. (irfan/made)
























