SATELITNEWS.ID, CIRINTEN–Sebanyak 13 kepala keluarga di Kampung Cikapol, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten mulai mendirikan bangunan rumah setelah Pemkab Lebak memberikan bantuan stimulan. Mereka, merupakan korban fenomena pergerakan tanah pada akhir tahun 2020 lalu.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizki Pratama mengatakan, masing-masing rumah mendapat bantuan stimulan Rp10 juta melalui rekening pemilik untuk membangun kembali rumah yang rusak akibat bencana alam tersebut. “Saya harap, masyarakat busa menggunakan bantuan stimulan itu sebagaimana mestinya untuk membangun rumah akibat pergerakan tanah,” kata Feby, kemarin.
Bantuan stimulan yang diberikan pada hari Jumat (15/01) lalu, Feby berharap, bantuan stimulan dapat meringankan beban masyarakat untuk kembali memiliki tempat tinggal. Ada pun lokasinya, Febby menambahkan jaraknya masih di lingkungan itu tapi diyakini aman. “Bantuannya tidak besar, tapi semoga bisa meringankan beban mereka,” imbuhnya.
Sekretaris Desa Karangnunggal Mumu Junaedi mengatakan, karena lokasi awal yang sudah tidak mungkin bisa ditempati, 13 rumah yang rusak akibat pergerakan tanah direlokasi. “Masih di satu kampung, sekitar 200 meter tepatnya di belakang kantor desa. Insya Allah lokasinya aman,” kata Mumu.
Pemerintah desa juga mengajukan bantuan lain untuk membantu warga terdampak serta proses pembangunan rumah. “Proposal bantuan ke Dinas Sosial sudah kami sampaikan dan bantuan alat berat untuk pembangunan rumah. Beberapa keluarga, memang sudah ada yang mulai membangun,” katanya.(mulyana/made)
























