SATELITNEWS.ID, SERANG–Akibat banyak yang terserang hama moler, produksi bawang merah di Kabupaten Serang saat ini menurun signifikan. Karena, bibit bawang yang ditanam banyak yang tidak tumbuh.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, jika di rata – rata hasil panen bawang merah kali ini mencapai 30 kwintal per hektar. Menurutnya, angka itu menurun lantaran ada sekitar 40 sampai 60 persen, umbinya banyak yang tidak tumbuh.
“Umur 10 hari ke bawah sudah terserang moler, baik yang ditanam di Kramatwatu ataupun yang di Cinangka,” kata Zaldi, Rabu (20/1).
Katanya, lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Serang yang mendapat bantuan dari pemerintah, ada sebanyak 30 hektar. Sedangkan yang non bantuan, mencapai 100 hektar.
Menurutnya dengan adanya hama moler ini, tentunya para petani sangat dirugikan. “Yang dibantu kan cuma bibit doing. Sedangkan pupuk, tenaga kerja dan olah tanah, dana dia sendiri. Begitu hasilnya kurang, ya pendapatannya kurang. Tapi kalau yang non bantuan ini (tanamnya), mereka swadaya. Kalau yang mendapat bantuan, pembelian bibitnya dari Provinsi Banten,” tuturnya.
Menurut Zaldi, harga bawang Serang saat ini cukup bagus yakni, Rp17.500 per kilogram jika dibanding dengan bawang Brebes, Jawa Tengah, yang dihargai Rp13.000 per kilogram. Sehingga banyak pengepul yang memburu bawang Serang.
Baca Juga: DKPP Kabupaten Tangerang Gelar Pelatihan Pertanian Terpadu, Ini Alasannya
“Kayaknya waktu panen kemarin itu, di Brebes sedang banyak air, jadi aromanya kurang,” tandasnnya.
Disinggung terkait target tanam bawang untuk Kabupaten Serang, untuk mencukupkan kebutuhan masyarakat Serang idealnya tanam bawang merah mencapai 300 hektar lebih. Namun Serang, rata – rata ditarget bantuannya hanya 30 hektar.
“Sasaran kita, rata – rata 200 hektar,” imbuhnya.
Seorang petani bawang merang, Fajri mengaku, selama ini ia dan petani lainnya coba memaksimalkan hasil tanamnya (produksi). Walau harus dihantam hama moler, hal itu dianggap sebuah konsewensi yang harus dihadapinya.
“Tapi bagaimanapun, kami berharap bantuan dari pemerintah. Agar produksi kedepan lebih baik, dan hasilnya dapat menyejahterakan para petani,” harapnya.
Diakuinya, proses tanam bawang merah saat ini masih manual. Sehingga dibutuhkan metode yang lebih kreatif, paling tidak bagaimana caranya meminimalisir serangan hama tersebut. (sidik/mardiana)
Baca Juga: Ngeriung Bareng Masyarakat Sepatan, Bupati Tangerang Beberkan Program Pertanian
