SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Atap Perpustakaan dan Laboratorium Radiologi di SMAN 12 Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Picung, ambruk, Selasa (26/1) malam, sekitar pukul 23.53 WIB. Penyebabnya diduga akibat konstruksi bangunan yang tidak berkualitas, ditambah hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama dua hari.
Wakil Seksi Sarana Prasarana (Sarpas) SMAN 12 Pandeglang, Encup Suprayogi mengungkapkan, bukan ruang belajar mengajar atau ruang kelas yang atapnya ambruk. Namun ruang perpustakaan dan laboratorium radiologi.
“Ambruknya itu sekitar pukul 23.53 WIB, diakibatkan hujan dan angin kecang berturut-turut selama 2 hari. Bukan ruang belajar mengajar ya, namun yang ambruk itu ada 2 ruangan terdiri ruang perpustakaan dan laboratorium radiologi,” kata Encup Suprayogi, Rabu (27/1).
Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami pihak sekolah mencapai sekitar Rp100 juta lebih. Pasalnya, yang mengalami kerusakan bukan hanya atapnya saja. Namun fasilitas yang ada di dalam ruangan itu juga mengalami kerusakan.
“Kami mentaksir, kerugian kurang lebih mencapai 100 jutaan. Karena selain bangunan yang rusak, buku-buku juga pada rusak kehujanan. Kemudian pendingin juga di seluruh ruang rusak tertimpa reruntuhan atap,” jelasnya.
Namun Encup memastikan kondisi ini saat ini belum ada aktivitas di sekolah, karena masih pandemi Covid-19. Siswa pun belajarnya masih secara daring.
Baca Juga: Korban Kasus Hanania Capai 1.286 Orang, Total Kerugian Rp35,34 Miliar
“Kalau sebelum pandemi, perpustakaan digunakan oleh para siswa-siswi untuk belajar secara mandiri. Namun sekarang tidak ada proses belajar mengajar, kan belajarnya masih daring,” tandasnya.
Terpisah, Camat Picung, Ahmad Fithoni membenarkan kejadian atap SMAN 12 Pandeglang ambruk. Bahkan pihaknya juga bersama Polsek setempat sudah meninjau langsung ke lokasi kejadian tersebut.
“Ya benar, kami juga sudah memastikan kesana secara langsung. Itu ada dua lokal yang ambruk. Kejadiannya malam hari pada saat kondisi cuaca sedang hujan lebat,” katanya.
Ahmad Fithoni menilai, ambruknya atap dua lokal itu bukan disebabkan hujan deras yang mengguyur. Namun dia lebih menduga akibat konstruksi bangunannya yang tak berkualitas, sehingga pada saat dihantam hujan ambruk.
“Kalau berkualitas, saya rasa tak akan ambruk. Kecuali sudah lapuk ya materialnya, ini kan rangka baja. Makanya saja menduga materialnya tak berkualitas, lihat saja rumah-rumah juga tidak ada yang ambruk kalau berkualitas,” jelasnya. (nipal/aditya)

















