SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Pasien positif Covid-19 di Kota Tangerang bertambah 1.739 orang sepanjang Januari. Setiap hari pertambahannya mencapai 50 pasien lebih. Hal ini pun berimbas pada ruang Intensive Care Unit (ICU) yang semakin penuh.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, dari 78 ruang ICU yang ada di Kota Tangerang, 71 di antaranya telah terisi, menyusul terus meningkatnya pasien Covid-19 di kota Akhlakul Karimah. “Sudah ada 78 ICU. Dari 78 ICU, 71 ICU sudah terisi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Penuhnya ruang ICU juga menjadi salah satu penyebab angka kematian pasien Covid-19 signifikan. Terlebih, banyak warga yang baru melaporkan diri atau berobat ketika sudah dalam kondisi bergejala parah atau berat. Angka kematian pasien Covid-19 menembus angka tertinggi.
Pada akhir Desember 2020, angka kematian pasien Covid-19 baru mencapai 97 pasien. Namun, selama Januari 2021 pasien meninggal telah mencapai 121 orang atau bertambah 24 orang selama satu bulan. “Kita menemukannya sudah dalam (kondisi) berat. Seperti yang kita ketahui, kalau sudah berat, yang diperlukan isolasi ICU,” jelas Liza.
Sementara, untuk total tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit terdapat sekitar 1.455 tempat tidur. Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit di Kota Tangerang telah mencapai 83 persen. Padahal, WHO menetapkan batas BOR rumah sakit maksimal 60 persen. “BOR Kota Tangerang 83 persen. Keterisian selalu berubah setiap menit. Selalu berganti,” tutur Liza.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengakui adanya lonjakan angka kematian. Menurutnya, hal itu sebabkan adanya penanganan yang terlambat. Sebab, warga baru melaporkan terpapar Covid-19 saat telah mengalami kondisi kritis. “Ada keluarga yang sudah merasa demam, sesak dan sebagainya didorong (ke RS) nggak mau akhirnya semakin sesak baru dibawa rumah sakit dua hari, nggak tertolong,” katanya.
Baca Juga: Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada
Arief menilai, angka kematian bukan disebabkan sedikitnya jumlah ICU. Sebab, masih terdapat 7 ruang ICU atau 10 persen yang belum terpakai. Menurutnya, angka kematian yang tinggi disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.
“Jadi artinya masih bisa di fasilitasi. Cuma ini kesadaran masyakat bagaimana memeriksakan dirinya. Maka di kota Tangerang sudah dilaporkan bahwa seluruh puskesmas harus dilakukan tracing,” katanya.
Dari data yang diperoleh dari https://covid19.tangerangkota.go.id/ per Minggu ,(31/01) di Kota Tangerang total pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 6013. Jumlah itu bertambah 51 pasien di hari sebelumnya.
Lalu, suspek yang dirawat ada 1931 namun berkurang 125 pasien dihari sebelumnya. Kemudian, konfirmasi dirawat ada 375, berkurang 48 pasien di hari sebelumnya. Angka kematian hingga saat ini sudah mencapai 121 orang. Kendati demikian, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 juga tinggi, mencapai 5.535. Jumlah tersebut bertambah 99 pasien di hari sebelumnya. (irfan/made)
























