SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Banten memiliki pengalaman pahit pada Porprov V Banten tahun 2018 lalu. Kala itu, anggar yang sudah memainkan pertandingan hingga mendapatkan juara ditetapkan sebagai cabang olahraga eksebisi karena tidak memenuhi persyaratan kuota peserta 50 plus 1.
Ketua Ikasi Banten A.D Hariana mengungkapkan pihaknya enggan mengulang pengalaman pahit tersebut. Untuk itu, Ikasi Banten sudah melakukan langkah-langkah untuk memastikan anggar dapat dipertandingkan.
Menurut Hariana, berdasarkan ketentuan terakhir, suatu cabang olahraga dapat dipertandingkan apabila diikuti 50 persen peserta atau 4 kabupaten/kota. Demikian juga nomor yang dipertandingkan. Sementara saat ini, kata A.D, ada empat pengcab yang aktif. Yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang. Sedangkan secara keseluruhan, ada enam pengcab di Banten. Dua lainnya adalah Kota Cilegon dan Kota Serang.
“Saya sudah roadshow ke Kabupaten Serang, Tangsel, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Mereka punya atlet. Saya juga masih ingin menunggu kabar dari Cilegon. Saya sih optimis Porprov VI Banten nanti diikuti 5 peserta kabupaten/ kota,”ungkap Hariana, Minggu (7/2).
Tuan rumah Kota Tangerang, kata Hariana, juga sudah menyatakan kesiapannya menyelenggarakan pertandingan. Pun sudah bersedia menjadi peserta Porprov VI Banten.
Ketua yang akan habis masa jabatannya pada bulan Oktober 2021 itu menambahkan Porprov VI Banten akan memperebutkan 12 medali emas. Masing-masing terdiri dari 6 medali emas perorangan putra-putri dan 6 medali emas beregu.
“Kalau full team, setiap kontingen harus menyiapkan 24 atlet. Di cabor anggar, setiap kabupaten/kota dapat mengirimkan 4 atlet untuk mengikuti 1 nomor pertandingan. Sementara untuk nomor rebu harus diperkuat 4 atlet. Namun kami juga akan melakukan pembahasan mengenai batasan usia atlet pada Porprov VI nanti.di Porprov V, maksimal atlet berusia 25 tahun. Kalau untuk di tahun 2022, belum diputuskan”ungkap mantan Ketua Ikasi Kota Tangerang itu.
Sebelumnya, Wakil Ketua KONI Kota Tangerang Arsani Maidi mengatakan pihaknya sudah menginventarisasi cabor-cabor yang akan dipertandingkan pada tahun 2022. Hal tersebut merupakan hasil koordinasi dengan cabor anggota KONI Kota Tangerang.
Dari 39 cabor yang dipertandingkan di Porprov V tahun 2018 di Kabupaten Tangerang diungkap Arsani hampir sebagian besar dipertandingkan kembali. Namun ada juga cabor yang tercoret dari daftar lantaran kesiapan Pengcab dalam menyiapkan atlet dan pembinaan selama ini.
“Yang jelas kita utamakan adalah cabor yang masuk kategori pertandingan di multi even baik di tingkat nasional maupun internasional. Istilahnya cabor olympic game baru setelah itu cabor-cabor lain yang diandalkan Kota Tangerang meraih medali,” ungkap pria yang juga Ketua Harian FPTI Kota Tangerang itu.
Dari invetarisasi yang dilakukan KONI Kota Tangerang, rencananya akan diajukan sekitar 43 cabor yang akan dipertandingkan saat Porprov VI nanti. Dengan demikian ada tambahan beberapa cabor baru yang tidak dipertandingkan di Porprov V tahun 2018.
Jumlah cabor yang akan dipertandingkan nantinya juga telah disesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana yang sudah ada maupun yang sedang dalam pengerjaan.
Hendra Gunawan Kabid Olahraga dispora Kota Tangerang sejauh ini Pemkot Tangerang sedang mengupayakan pembangunan prasarana olahraga untuk bisa melaksanakan 43 cabor yang dipertandingkan. Namun sebagian besar prasarana yang akan menjadi venue pertandingan Porprov sudah siap untuk digunakan. (gatot)