SATELITNEWS.ID, MALINGPING—Nasib kurang beruntung dialami Mak Heni (55) dan kedua anaknya warga Kampung Buana, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping. Betapa tidak, sudah setahun lebih dia tinggal sebuah gubuk yang tak layak huni. Keterpaksaan itu harus dijalani lantaran setelah rumahnya terbakar keluarga miskin itu belum bisa membangun rumahnya kembali.
Informasi yang dihimpun, Mak Heni harus tinggal di gubuk berukuran sekitar 2,5 meter x 2,5 meter yang berdinding terpal. Kejadian rumah terbakar terjadi pada jelang hari raya Idul Fitri, 8 Juni 2019 lalu. Keuangan, menjadi faktor utama sampai saat ini keluarga miskin itu belum bisa kembali membangun rumahnya. Kini, gubuk berdinding terpal yang menjadi tempat tinggalnya di antara pondasi rencana pembuatan rumah barunya.
“Sangat ironis, dan butuh bantuan untuk membantu keluarga miskin itu memiliki tempat yang layak,” kata Delima Humairo Koesnady Relawan Respek Peduli Kabupaten Lebak, kemarin.
Rumah Mak Heni dan isinya habis terbakar tidak ada yang tersisa pasca kebakaran lalu. Dari musibah itu, sudah setahun lebih Bu Heni dan dua anak laki-lakinya tinggal di sana.
“Anak kedua Bu Heni mengalami luka bakar cukup serius akibat kebakaran itu. Buat kebutuhan sehari-hari keluarga mereka hanya mengandalkan dari anak pertamanya yang tenaga honorer,” ujar Delima.
Masyarakat sekitar yang peduli terhadap kondisi keluarga Mak Heni, kata Delima berusaha membantu dengan beberapa material agar Mak Heni bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali.
Baca Juga: Angka Stunting di Banten Capai 13,27 Persen
“Ada tujuh sak semen, 30 lembar asbes, beberapa batang kayu, dan material lain. Katanya pernah dapat bantuan dari kepala desa Rp 2 juta. Jadi emang belum bisa membangun karena masih banyak material yang dibutuhkan,” terang Delima.
Relawan Respek Peduli Kabupaten Lebak, kata Delima akan mendata material apa saja yang dibutuhkan dan kurang untuk kembali mendirikan rumah Mak Heni. “Data sementara sih masih butuh 20 sak semen, 30 lembar CRC, dan kayu. Tapi nanti biar pastinya akan kami list dulu dan nanti disampaikan agar ada yang mau ikut membantu. Dari kami udah saving 10 sak, semoga makin banyak yang mau membantu beliau agar segera mendapatkan tempat tinggal yang layak lagi,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Aad Firdaus mengaku prihatin atas kondisi keluarga Mak Heni. Dala hal ini, ia meminta pemerintah untuk segera turun tangan untuk menanggulangi keluarga tidak mampu itu.
“Ya, harus segera turun kelapangan mengecek kabar tersebut. Ini tidak boleh dibiarkan harus segera ditanggulangi,” pungkasnya.(mulyana/made)
























