SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Volume sampah di Sungai Cisadane mengalami kenaikan seiring hujan yang terus mengguyur. Sampah-sampah kiriman itu berasal dari berbagai wilayah seperti Bogor dan Kota Tangerang Selatan.
Direktur Bank Sampah Sungai Cisadane (Bank Sasuci) Ade Yunus menyampaikan, bertambahnya volume sampah membuat para aktivis lingkungan hidup di Bank Sasuci kewalahan menanganinya. “Karena arusnya sangat kencang. Jadi sangat terganggu kita,” ujarnya kepada Satelit News, kemarin.
Dalam menanggulangi sampah yang melintasi di Sungai Cisadane, Bank Sasuci biasanya memanfaatkan wastrap yang dipasang. Sehingga itu dapat menghambat laju sampah. Sampah yang terperangkap kemudian diambil secara manual.
Namun, di musim penghujan ini wastrap seakan tak berguna. Lantaran kencangnya arus sungai berpotensi merusak wastrap. “Kalau kita bentangkan wastrap pasti hanyut. Kalau enggak dibentangin ya sampahnya lolos. Kalau cuaca seperti ini paling kita melakukan penyisiran pakai perahu. Kita punya speedboad sampah yang kita sisirin kita serokin pakai jaring,” jelas Ade.
Adapun jenis sampah yang didapat bermacam-macam. “Sampahnya pun macam-macam. Ya kasur, bantal, guling, bangkai. Kemudian sampah medis seperti masker bekas suntikan, jarum suntik,” ujarnya.
Sampah yang didapat pun langsung dikelola oleh Bank Sasuci. Sampah yang bernilai ekonomis sepeti botol plastik dan kaleng akan dikumpulkan dan dijual kepada pengepul. Lalu sampah organik seperti eceng gondok dan tumbuhan akan dijadikan kompos. “Sementara sampah yang tidak berguna seperti sterofoam dan sampah medis kota bakar dengan tinggal 800 derajat Celcius,” kata Ade.
Baca Juga: Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol
Ade mengatakan banyaknya volume sampah sangat berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Cisadane. Apalagi, Sungai Cisadane menjadi sumber utama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng yang dimiliki Pemerintah Kota Tangerang.
Terpisah, Humas PDAM Tirta Benteng, Ichsan Sodikin menyampaikan, air Sungai Cisadane keruh karena banyaknya sampah kiriman. “Dan memang banyak sampah yang terlihat, namun kita sudah antisipasi untuk sampah yang datang di musim penghujan,” kata Ichsan.
Ichsan mengungkapkan kalau sebelum sampai ke konsumen air tersebut telah dikelola dengan baik. Saat pengambilan air pun sampah sudah langsung tersaring secara otomatis menggunakan mesin khusus. Sehingga, hal ini tidak berpengaruh terhadap kualitas air yang dikelola PDAM Tirta Benteng. “Untuk sampai ke konsumen seperti biasa, diolah. Yang penting air kiriman dari bogor memiliki dibatasi ambang baku mutu. Batas kenormalan air,” kata dia. (mg03/irfan/made)
























