SATELITNEWS.ID, LARANGAN—Tiga hari sudah Refanda Putri Azlin (16) pergi meninggalkan rumahnya yang berlokasi di Gang Musola, Gaga, Kecamatan Larangan. Perempuan ABG ini tak kunjung kembali sejak Sabtu, (13/02) sekira pukul 06.30 WIB pagi.
Kondisi ini pun membuat keluarganya khawatir, lantaran remaja yang akrab disapa Putri meninggalkan kediamanmya tanpa berpamitan. Keberadaannya pun kini masih belum diketahui.
Ibunda Putri, Linda Suwarno mengatakan, sesaat sebelum menghilang, anaknya tengah membereskan rumah. Mulanya, Linda tidak terlalu menghiraukan, namun setelah ditunggu ber jam-jam Putri tak kunjung pulang. “Lagi nyapu di rumah. Tiba-tiba hilang. Itu terakhir saya lihat anak saya,” ujarnya, Senin, (15/02).
Di hari yang sama, kata Linda, sang suami sempat bertemu dengan anaknya di gang rumah. Saat bertemu itu, Putri mengaku akan lari pagi. Selang beberapa jam tak kunjung kembali, Linda panik karena putrinya tak kunjung pulang.
Dirinya pun berkali-kali menghubungi anaknya melalui telepon genggam. Namun Putri tak merespon. Baik melalui telepon ataupun aplikasi pesan singkat. “Saya lihat DP (display picture) WhatsApp anak saya nggak ada. Saya pikir diblokir tapi ternyata memang nggak ada kata teman anak saya,” ungkap Linda.
Begitu juga media sosial Putri yang tak aktif lagi. “Sampai sekarang enggak online lagi WhatsApp anak saya,” tambah Linda. Dia menambahkan, ia sempat menghubungi wali kelas Refanda. Dari wali kelas tersebut, Linda baru mengetahui bahwa putrinya keluar dari seluruh grup kelas yang berada di WhatsApp.
Baca Juga: Polisi Tangkap Juru Parkir dan Pak Ogah di Tangsel
“Saya tanya ke wali kelasnya. Niat saya, mau cari tau teman dekatnya. Wali kelas dia malah tanya ke saya, kenapa Refanda left semua grup kelasnya, bu?” tutur Linda.
Ibu dua anak itu berujar, dirinya tak mengetahui alasan mengapa Refanda keluar dari seluruh grup tersebut. Karena menemui keganjilan itu, Linda akhirnya membuat laporan ke Polsek Ciledug tentang hilangnya Refanda pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.
“Lapor ke polisi kan bisanya setelah 1 x 24 jam ya. Makanya saya baru lapor tadi. Saya juga sempat mikir kalau dia bakal balik kemarin,” tutur dia.
Selain membuat laporan ke aparat kepolisian, Linda juga menyebarkan informasi hilangnya Refanda ke tetangga sekitar. Linda berharap bahwa putrinya itu dapat lekas kembali dengan selamat secepatnya. “Saya share ke grup-grup WhatsApp. Saya juga share di Instagram, Twitter, dan lainnya,” ucap Linda.
Hal senada diungkapkan oleh keponakan Putri, Febrianto. Febri mengatakan bahwa Putri pergi dengan membawa sejumlah baju. Ayahnya yang mengetahui hal itu, mencoba mengejar. Sayang, usahanya gagal sehingga putri hilang.
“Dia keluar ngempit baju. Terus dengar kabar kaya gitu sama bapaknya, kalau menurut ibu-ibu sekitar rumah, lari ke arah keluar Gang mushola. Dikejar pakai motor nggak ketemu sama ibunnya ditelfon, itu handponenya langsung mati’,” tuturnya.
Baca Juga: Dahlan Iskan: Medsos Doktrin Masyarakat Membaca Pendek
Kendati demikian, Febrianto menegaskan bahwa orangtua dari korban tidak ada masalah dengan anak tersebut. “Sejauh yang saya tanya dari orang tuanya dan juga neneknya. Enggak ada ribut atau apa,” ucap Febrianto. Febri menduga adanya orang yang menunggu keponakannya tersebut. Pasalnya dalam tindakan yang dilakukan Putri seperti terencana.
“Khawatir ada orang yang sudah menunggu. Kita berpikir rapih banget untuk umuran 16 tahun tiba tiba mengaktifikan WAnya, nonaktifkan medsosnya. Kita agak khawatir, dia di ajak atau apa,” Kata Febrianto. Putri memiliki ciri-ciri antaran lain tinggi 155 cm, berat badan sekitar 50 Kilogram, rambut sebahu, berkacamata dan kulit putih. Kemudian, saat meninggalkan rumah Putri mengenakan kerudung putih, celana gelap, dan kaos merah berlengan panjang. Jika ada yang menemukan bisa menghubungi 081286909626. (irfan/made)
























